Ketidakpastian perekonomian global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat sepanjang awal tahun 2025 malah membuat jumlah investor saham Indonesia semakin tumbuh dan meningkat.
Pertumbuhan investor saham ini dinilai PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencerminkan optimisme positif terhadap prospek perekonomian Indonesia, sehingga membuat minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal dalam negeri masih tetap tinggi, bahkan di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga: NTB Perdana Ekspor Tembaga Senilai USD 35,16 Juta ke Tiongkok, Taiwan dan Thailand
Investor saham yang tumbuh signifikan ini tidak lepas dari dukungan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO) dan anak usahanya, serta sinergi sekaligus kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, dalam melakukan koordinasi penguatan dan pelaksanaan berbagai program edukasi pasar modal yang inovatif.
Pada 31 Desember 2024 investor saham Indonesia tercatat sebanyak 6.381.444 SID, terus bertambah sebanyak 619.824 SID hingga dengan 26 Mei 2025.
Pertumbuhan ini terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami perubahan, dari 7.079,905 pada penutupan perdagangan akhir tahun 2024 menjadi 5.967,988 pada 9 April 2025, yang kemudian kembali menguat ke posisi 7.175,819 per 28 Mei 2025.
Baca Juga: Komoditas Pertanian Melimpah, Deflasi NTB Minus 0,58 Persen
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peningkatan jumlah investor saham juga terjadi di tengah pemanasan ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat sepanjang awal tahun 2025.
Menariknya, meskipun kebijakan tarif impor mulai diberlakukan, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia tetap tinggi.
Ini tercermin dari penambahan lebih dari 38 ribu investor saham selama periode 27 Maret hingga 8 April 2025,” jelas Jeffrey.
Baca Juga: OJK Perkuat Literasi Keuangan Pelaku Usaha Kakao Kabupaten Lombok Utara
Sebagai informasi, penambahan sebanyak 38.676 investor saham terjadi selama masa libur panjang Idul Fitri ketika jumlah investor meningkat dari 6.705.452 SID pada 27 Maret 2025 menjadi 6.744.128 SID pada 8 April 2025.
BEI menyadari bahwa jumlah pertumbuhan investor harus diimbangi dengan penguatan informasi infrastruktur dan edukasi pasar modal.
Aplikasi IDX Mobile yang telah mengunduh lebih dari 287 ribu pengguna, dan media sosial resmi BEI menjadi beberapa saluran utama untuk memberikan akses informasi sekaligus edukasi yang cepat serta mudah kepada masyarakat.
BEI juga memperluas jaringan Galeri Investasi BEI yang kini mendekati 1.000 lokasi, serta didukung oleh lebih dari 6.000 Duta Pasar Modal yang menjadi ujung tombak edukasi di berbagai daerah di Indonesia.
Hingga jelang pertengahan tahun 2025, BEI telah melaksanakan berbagai program yang dijalankan melalui Area dan Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia, baik secara berani maupun memikat.
Di antaranya seperti kegiatan edukasi seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) dari level 1 hingga level 3, webinar, seminar, dan workshop.
Baca Juga: Astindo Menyiapkan Paket Wisata Menarik untuk Wisatawan Rute Penerbangan Lombok-Labuan Bajo
Kegiatan tersebut menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta melibatkan pelaku industri, perusahaan efek, asosiasi, akademisi, komunitas, dan media sebagai bagian penting dari strategi literasi pasar modal.
BEI juga terus berupaya memperkuat basis investor pasar modal, tidak hanya untuk meningkatkan partisipasi investor ritel, namun juga melalui komunikasi berkelanjutan kepada investor institusi.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menambahkan, BEI juga berorientasi pada peningkatan partisipasi institusi investor dengan terus menjalin keterlibatan aktif bersama investor institusi domestik guna mendorong peran mereka dalam aktivitas transaksi pasar.
Baca Juga: Pelaku IKM Kelapa di NTB Ikuti Bimtek Pembuatan Briket Organik
Strategi inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat BEI untuk membangun pasar modal yang transparan, dinamis, dan inklusif di masa depan.
“Dengan kuatnya basis investor, peran pasar modal Indonesia semakin signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Editor : Kimda Farida