Kegiatan Bimtek BBPOM Mataram ini merupakan sinergi Program Orang Tua Angkat (OTA) dan Sadar Pangan Aman untuk UMK (SAPA UMK) 2025 untuk membantu UMKM pangan makanan agar bisa naik kelas.
Pelatihan CPPOB yang digelar BBPOM Mataram ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM bidang pangan olahan.
Baca Juga: Pingin Usaha Kopi Keliling, Segini Estimasi Biaya Modal yang Perlu Disiapkan
Inisiatif program ini merupakan strategi Badan POM RI untuk menjawab tantangan yang umumnya sering dihadapi pelaku UMKM, mulai dari produksi, perizinan, hingga akses pasar.
Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan, 23 UMKM pangan olahan ini sebelumnya telah mengikuti bimtek CPPOB secara berani.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sangat penting guna mendukung tumbuh kembang UMKM pangan olahan, baik pemerita, swasta ataupun BUMN.
Baca Juga: Keren, Produk UMKM NTB Dipasarkan di Gerai Uniqlo Lombok Epicentrum Mall
Saat ini, UMKM menghadapi 3 tantangan besar, yang diantaranya mencakup aspek legalitas, permodalan dan pemasaran atau promosi.
Sebagai aset bangsa, UMKM perlu didukung agar mampu mengatasi tantangan, hukum dan daya saing yang berdaya.
BBPOM Mataram menyadari keterbatasan yang dimiliki, oleh karena itu menggandeng industri, perbankan dan pihak-pihak yang peduli kepada UMKM untuk menjadi Orang Tua Angkat.
Baca Juga: Jadi Incaran Warga Lombok Utara, Ulat Gayas Janjikan Keuntungan yang Menggiurkan
”Terima kasih kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mendukung terlaksananya kegiatan Bimtek ini,” ujarnya.
Melalui program sinergi OTA dan SAPA UMK ini, diharapkan mampu melahirkan pengusaha yang legal, lebih tangguh, dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan go internasional.
Namun hal itu tentu saja harus dibarengi dengan komitmen dan konsistensi menjamin standar keamanan dan mutu pangan yang baik.
”Jangan setelah mendapatkan izin baru saja terjadi penurunan, hal ini bisa menurunkan kepercayaan konsumen,” tegas Yosef
Melalui Bimtek ini, pelaku UMKM pangan akan mendapatkan layanan informasi one stop service.
Mulai dari legalitas perizinan, akses permodalan dan teknik promosi digital.
Baca Juga: NTB Perdana Ekspor Tembaga Senilai USD 35,16 Juta ke Tiongkok, Taiwan dan Thailand
”Jadi saya harap jangan takut dan ragu, karena pengurusan izin edar BPOM mudah, terjangkau dan terukur. Pastikan memiliki izin edar agar usaha aman dan nyaman,” sambungnya.
Selama pelatihan, peserta dibekali dengan materi mencakup aspek legalitas, keamanan pangan, dan strategi pemasaran.
Materi yang disampaikan berupa akses permodalan dari BRI, pengurusan merek dari Kanwil Kemenkum NTB, sertifikasi halal dari Satgas BPJPH, dan pelaporan pajak dari Kanwil Perpajakan NTB.
Baca Juga: Komoditas Pertanian Melimpah, Deflasi NTB Minus 0,58 Persen
Selain itu juga ada pembukuan sederhana bagi UMKM dari Pusat Layanan UMKM Terpadu NTB, strategi pemasaran digital oleh UPTD BP3UD serta branding produk oleh praktisi bisnis.
Sementara tim BBPOM Mataram memberikan pembekalan terkait Prosedur Operasi Standar Sanitasi (SSOP), ketentuan label pangan, informasi nilai gizi, serta pengajuan akun dan pengisian profil pelaku usaha pada sistem e-sertifikasi.
”Program ini merupakan bagian dari upaya Badan POM dalam mempercepat pengembangan kewirausahaan berbasis pangan yang aman dan berkualitas,” jelas Yosef.
Baca Juga: Pedas dan Lezatnya Nasi Babat Usus Jalan Lingkar di Mataram
Dengan keterlibatan pihak OTA, membuat UMKM tidak hanya mendapatkan ilmu, namun juga akses dan dukungan nyata untuk meningkatkan kualitas usaha.
Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha. Terutama dalam membangun UMKM yang legal, kompeten, dan mampu bersaing secara nasional maupun global.
Editor : Kimda Farida