Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sensasi Nikmat Pecel Sasak di Warung Pondok Sasak yang Viral dan Jadi Buruan Warga Kota Mataram Setiap Harinya

Geumerie Ayu • Rabu, 11 Juni 2025 | 10:33 WIB
Sensasi nikmatnya pecel sasak di warung pondok sasak yang viral dan jadi buruan warga kota mataram setiap harinya.
Sensasi nikmatnya pecel sasak di warung pondok sasak yang viral dan jadi buruan warga kota mataram setiap harinya.

LombokPost – Di Jalan Majapahit Nomor 12, Kota Mataram, ada sebuah warung makan pecel sederhana.

Warung makan pecel ini viral dan menjadi buruan warga dari berbagai penjuru Kota Mataram setiap harinya.

Bernama Warung Pondok Sasak, terletak strategis di belakang Polda NTB, menjadikannya mudah dijangkau.

Warung Pondok Sasak ini menawarkan menu andalan khas Lombok, yakni Pecel Sasak.

Meski sekilas terlihat seperti warung pecel pada umumnya, namun pecel yang disajikan warung ini memiliki sensasi citarasa berbeda.

Bukan hanya menggugah selera, tapi juga membawa pengalaman rasa yang khas, membuat ingin kembali lagi dan lagi.

Daya tarik utama dari pecel Sasak adalah bumbu kacangnya yang kental, rasanya tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, dan memiliki tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera pelanggan.

“Bumbu kacangnya sangat terasa, pedasnya juga pas,” ujar Idham, salah satu pelanggan di Warung Pondok Sasak tersebut.

Salah satu warga Kota Mataram yan tengah menikmati pecel sasak di warung pondok sasak.
Salah satu warga Kota Mataram yan tengah menikmati pecel sasak di warung pondok sasak.

Dia juga menyoroti keunikan tekstur tahu dan sayuran yang digunakan, yang berbeda dari pecel lainnya.

Kangkung khas Lombok memiliki citarasa berbeda lantaran ada sensasi kriuk di gigitan.

“Beda dari biasanya. Lebih renyah, ada sensasi kriuk-kriuknya. Tahunya juga lembut tapi padat, bukan yang gampang hancur,” sambungnya.

Pemilihan bahan lokal yang segar dan khas menjadikan Pecel Sasak ini berbeda dengan pecel lainnya.

Tahu yang digunakan bertekstur padat namun tetap lembut saat dikunyah.

“Kalau dari bumbu, dominan rasa kacangnya. Tidak pelit dan hanya sedikit menggunakan terasi. Saya suka karena bisa request tingkat pedasnya, jadi nggak khawatir terlalu pedas atau kurang,” tuturnya.

Pemilik Warung Pondok Sasak Yeni selalu konsisten mempertahankan cita rasa lokal yang disesuaikan selera masa kini.

Kata dia, semua bahan yang digunakan dijamin segar setiap hari dan tidak ada yang dimasak dua kali.

“Pecel Sasak ini terbuat dari bahan-bahan fresh. Ada sayur kecipir, tauge, kangkung, tahu, dan tentu saja sambal kacang andalan kami, kami juga punya menu rawon sebagai alternatif, tapi memang pecel sasak jadi andalan utama,” jelas Yeni.

Satu porsi pecel Sasak ini dibanderol Rp13.000.

Sementara untuk pecel Sasak spesial dengan tambahan lauk seperti tempe goreng atau telur, cukup menambah Rp2.000 saja menjadi Rp15.000.

 “Kami buka dari pukul 8 pagi sampai jam 5 sore. Untuk porsinya kadang bisa sampai 125 porsi sehari. Banyak juga yang pesan untuk acara-acara seperti arisan, pengajian, atau rapat kantor,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Yeni, dirinya juga bisa menerima pemesanan dalam jumlah besar.

Bahkan bisa melakukan request khusus seperti tingkat kepedasan atau tambahan lauk. (***)

Editor : Jelo Sangaji
#Kota Mataram #warung makan #Kuliner #viral #buruan warga #Warung Pondok Sasak #Pecel Sasak