LombokPost - Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus istri Wapres Selvi Ananda Gibran harus dimaksimalkan menjadi upaya pengembangan UMKM lokal.
Kunker Ketua Dekranas Selvi Ananda Gibran tersebut menjadi momentum penting bagi para perajin dan pelaku UMKM NTB.
Kunker Ketua Dekranas Selvi Ananda Gibran membuat para perajin lokal NTB dapat lebih bersemangat dalam mengembangkan produksi dan berinovasi.
“Termasuk dalam meningkatkan nilai produksi produk-produk UMKM kita,” ujar Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia, Rabu (11/6).
Pelaku UMKM merupakan penjaga warisan budaya yang perlu diberdayakan secara berkelanjutan.
Dekranasda NTB bersama OPD terkait terus melakukan pendampingan, di antaranya, melalui kunker ke UMKM dan mendorong reaktivasi koperasi pengrajin.
“Upaya ini menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” sambungnya.
Dikatakannya, upaya tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memberdayakan sektor UMKM secara lebih terstruktur.
Sinta berharap, kolaborasi antara pusat dan daerah ini bisa menjadi titik awal peningkatan kualitas UMKM NTB agar mampu bersaing secara global.
“Ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Dekranas pusat dan daerah, dalam mewujudkan UMKM yang naik kelas, modern, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.
Selain itu, kolaborasi ini dapat menjadi berbasis kekuatan budaya dan kreativitas lokal.
Dirinya berharap, lima tahun ke depan pihaknya bisa membawa UMKM NTB menjadi UMKM yang lebih makmur dan mendunia.
Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti mengatakan, kehadiran Ketua Dekranas menjadi sebuah kehormatan sekaligus peluang strategis untuk menampilkan potensi dan capaian kerajinan lokal.
“Industri kerajinan di NTB memiliki nilai budaya dan estetika yang tinggi,” ujarnya.
Pihaknya berharap kunjungan kerja ini dapat memperluas jaringan pemasaran produk kerajinan lokal dan memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.
Disperin NTB siap bersinergi dalam menyiapkan pameran produk dan fasilitasi pelaku industri.
“Termasuk merancang program-program lanjutan yang berdampak pada peningkatan daya saing UMKM,” pungkasnya. (***)
Editor : Akbar Sirinawa