LombokPost - Indonesia akan segera memiliki Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) terbesar dalam sejarah industri energi nasional.
Proyek ini menjadi sorotan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa FLNG buatan Genting Oil Kasuri itu bukan hanya terbesar di Indonesia, tapi juga menempati posisi ke-9 terbesar di dunia.
FLNG atau Floating LNG Indonesia ini saat ini dalam tahap konstruksi dan telah mencapai progres pembangunan sebesar 53 persen, menurut laporan manajemen Genting Oil.
“Itu floating LNG terbesar di Indonesia, dan menurut laporan dari mereka, itu nomor sembilan di dunia. Tapi kami tetap akan validasi langsung. Saya akan kirim tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi pabrik di Cina,” tegas Bahlil dikutip pada Senin, 16 Juni 2025.
Dibangun di Cina, Siap Produksi 2027
FLNG ini dibangun oleh Wison New Energies, perusahaan energi asal Cina, berdasarkan kontrak senilai USD 962,8 juta yang ditandatangani pada Juni 2024.
FLNG tersebut dipesan oleh anak perusahaan Genting Group, yakni PT Layar Nusantara Gas, dan akan memiliki kapasitas hingga 1,2 juta metric ton per annum (mtpa).
Nantinya, proyek raksasa ini akan menerima pasokan gas dari ladang Asap Kido Merah (AKM) yang berada di wilayah Kasuri, Papua Barat.
Blok AKM sendiri diproyeksikan akan menghasilkan 330 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) gas alam mulai tahun 2027.
Ini akan menjadi tonggak penting dalam ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan ekspor gas Indonesia ke pasar global.
Menjadi Simbol Kepercayaan Investasi Energi
Menurut Bahlil, pembangunan FLNG terbesar Indonesia ini merupakan bukti kepercayaan investor terhadap iklim energi nasional.
“Ini menjadi simbol bahwa Indonesia mampu mengelola proyek energi berskala besar, bahkan di tengah ketatnya kompetisi global,” ujarnya.
Tak hanya itu, pembangunan FLNG ini disebut sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan industri gas alam cair Indonesia.
Genting Oil Kasuri juga tengah mempercepat infrastruktur pendukung agar target produksi tahun 2027 dapat tercapai tepat waktu.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Analis energi menyebut, kehadiran FLNG ini tidak hanya akan mendongkrak nilai ekspor gas Indonesia, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan tenaga kerja terlatih di sektor LNG.
Namun, sejumlah pihak juga meminta agar pembangunan dan operasional FLNG ini tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan hidup, terutama di sekitar Papua Barat.
Momentum Besar Gas Indonesia
Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek ini, FLNG terbesar Indonesia siap menjadi tulang punggung baru bagi ekspor energi tanah air.
Proyek ini menandai babak baru industri gas nasional yang semakin modern dan berdaya saing global.
"Kami ingin pastikan proyek FLNG ini benar-benar siap. Jangan hanya besar di atas kertas, tapi betul-betul menguntungkan negara," tegas Bahlil. (***)
Editor : Alfian Yusni