Hal tersebut sebagai antisipasi dampak di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Eropa saat ini.
Perubahan haluan strategi ekspor ini demi menjaga stabilitas perdagangan luar negeri di tengah penurunan permintaan global.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaludin Malady mengatakan, ketidakstabilan global ini juga berdampak signifikan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta eksportir NTB.
Terutama UMKM dan eksportir NTB yang selama ini mengandalkan pasar Timur Tengah dan Eropa.
Penurunan volume impor dan melemahnya daya beli masyarakat di kedua kawasan tersebut, membuat NTB harus realistis.
"Sekarang kita belum bisa terlalu berharap dari Timur Tengah dan Eropa. Fokus kami saat ini adalah memaksimalkan pasar Asia," ujarnya.
Dijelaskannya, ekspor harus tetap dilakukan untuk menjaga perputaran ekonomi.
Saat ini, dirinya memastikan ekspor ke negara-negara Asia masih berjalan lancar.
Bahkan, beberapa komoditas unggulan NTB sudah berhasil menembus pasar tersebut.
"Untuk pasar Asia masih lancar. Baru saja ada ekspor kemiri ke Jepang, dan jagung dari Sumbawa juga sudah diekspor," sambungnya.
Meski Jamaludin mengakui skalanya belum masif, tapi upaya ini penting untuk menjaga pergerakan ekspor daerah.
Sayangnya, tidak semua komoditas ekspor NTB bisa bernafas lega.
Ekspor konsentrat tambang dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) masih terganjal larangan ekspor mineral mentah dari pemerintah pusat.
Jamaludin menyebut, Gubernur NTB terus melobi pemerintah pusat agar diberikan relaksasi.
“Hal ini mengingat fasilitas smelter pemurnian di daerah itu belum bisa beroperasi secara maksimal,”sambungnya.
Lebih lanjut, selain jagung dan kemiri, NTB juga mengandalkan vanili dan produk kerajinan tangan (handycraft) untuk pasar ekspor.
Komoditas-komoditas ini dinilai masih memiliki permintaan stabil dari negara-negara Asia dan sebagian Eropa.
Data Disdag NTB menunjukkan, sepanjang Januari hingga April 2025, ekspor telah berhasil dilakukan ke Jepang, Tiongkok, India, serta negara-negara ASEAN.
Komoditas utama yang diekspor di antaranya, mutiara, vanili, jagung, dan batu apung.
Mantan Kadispar ini berharap ketegangan global dapat segera mereda.
"Harapan kita, situasi global cepat pulih dan damai, supaya pasar utama kita bisa kembali digarap maksimal," tandasnya. ***
Editor : Kimda Farida