Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kurma Jadi Ikon Ekonomi Baru, Bakal Ada 'Jalur Kurma' di KLU

Geumerie Ayu • Rabu, 25 Juni 2025 | 07:05 WIB
Kurma jadi ikon ekonomi baru, bakal ada
Kurma jadi ikon ekonomi baru, bakal ada

LombokPost-Kurma merupakan salah satu komoditas perkebunan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang berkembang cukup pesat.

Hal ini dijadikan sebagai ikon ekonomi baru, selain pariwisata dan pertanian di kabupaten termuda di NTB itu.

Kurma KLU ini memiliki kualitas baik. Bahkan kurma KLU berhasil meraih peringkat ketujuh sebagai kurma terbaik dunia pada sebuah ajang 2023 dan 2024 lalu.

“Kami inginkan kurma ini sebagai simbol tumbuhnya ekonomi baru. Kurma kita di Lombok Utara telah diakui kualitasnya di tingkat dunia,” ujar Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar.

Keberhasilan kurma KLU dalam festival di Abu Dhabi tersebut menarik perhatian banyak pihak, salah satunya menteri Pertanian RI.

Menteri Pertanian bakal diundang secara khusus ke Abu Dhabi untuk menyaksikan langsung keunggulan kurma KLU tersebut di tahun ini.

Hal ini semakin memperkuat posisi KLU di peta perkebunan kurma dunia.

Selain potensi ekonomi, penanaman kurma di sepanjang jalan lingkar utara kabupaten tersebut juga diyakini akan menjadi daya tarik wisata baru bagi KLU.

KURMA KLU: Ketua Tim Petani Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU, Suharman menunjukkan buah pohon kurma yang ada di lahan Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. (FERIAL/LOMBOK POST)
KURMA KLU: Ketua Tim Petani Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU, Suharman menunjukkan buah pohon kurma yang ada di lahan Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. (FERIAL/LOMBOK POST)

“Ini adalah potensi besar yang harus kita kembangkan,” sambungnya.

Keunggulan kurma KLU tidak hanya terletak pada rasanya yang lezat.

Berdasarkan riset, kondisi geografis KLU memiliki keunikan yang sangat mendukung pertumbuhan optimal pohon kurma.

Ketersediaan sinar matahari yang melimpah menjadi faktor utama yang menghasilkan buah kurma dengan ukuran lebih besar dan kualitas lebih baik.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada hasil penelitian yang menunjukkan laju kecepatan angin di KLU memungkinkan pohon kurma untuk berbuah tanpa mengenal musim.

"Ini adalah anugerah yang luar biasa. Sekarang ini, masyarakat bisa mencari kurma di Lombok Utara kapan saja, meski pun sedang tidak musim panen kurma pada umumnya," katanya.

Rencananya, sepanjang jalan lingkar utara di KLU akan disulap menjadi jalur kurma yang indah dan produktif.

Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi ikon baru yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketua Tim Petani Kurma Ukhuwah Datu Pola Nyakap KLU Suharman mengatakan, kurma dapat menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Pohon yang sudah tumbuh baik, bisa hidup hingga usia 100 tahun.

”Itu pun di 100 tahun tidak mati pohonnya, hanya berkurang pembuahannya,” jelasnya.

”Sekali panen itu bisa Rp 5 juta lebih untuk satu pohonnya. Dalam setahun itu dua kali panen. Di Jugil ini ada 38 pohon, belum titik-titik lainnya,” jelasnya.

Selain jenis khalas, ada juga kurma jenis barhee dan sukari yang ditanam di titik lain. Ada juga ditanam kurma medjool, kurma super premium dengan harga Rp 1,4 juta.

”Kurma Sukari itu Rp 250-350 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#kurma #KLU #ikon #ekonomi baru