Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tomat dan Cabai Rawit Masih Jadi Pemicu Utama Inflasi Bulanan di NTB

Geumerie Ayu • Kamis, 3 Juli 2025 | 08:29 WIB
Tomat dan cabai rawit masih jadi pemicu utama inflasi bulanan di ntb.
Tomat dan cabai rawit masih jadi pemicu utama inflasi bulanan di ntb.

LombokPost – Komoditas cabai rawit dan tomat masih menjadi salah satu pemicu utama inflasi di NTB.

Berdasarkan data BPS NTB per Juni 2025, inflasi month to month (bulanan) sebesar 0,60 persen.

Sedangkan secara year on year (tahunan) sebesar 2,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74.

Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan, inflasi ini didominasi oleh kelompok pengeluaran.

Secara tahunan (yoy) paling besar disumbang kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,3 persen.

Disusul kelompok pendidikan sebesar 4,16 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,36 persen.

Kelompok kesehatan sebesar 2,88 persen, dan beberapa kelompok lainnya.

Tomat dan cabai rawit masih jadi pemicu utama inflasi bulanan di ntb.
Tomat dan cabai rawit masih jadi pemicu utama inflasi bulanan di ntb.

Secara bulanan, inflasi NTB didominasi kelompok pengeluaran berupa makanan, minuman, dan tembakau.

"Inflasi kita kali ini dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Dan yang utamanya ialah tomat dan cabai rawit," ujarnya.

Wahyudin merincikan, kenaikan harga tomat memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,19 persen.

Disusul oleh ikan layang sebesar 0,12 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, cumi-cumi sebesar 0,06 persen, dan angkutan udara 0,04 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi.

Di antaranya daging ayam ras sebesar 0,10 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, angkutan laut sebesar 0,02 persen, jeruk sebesar 0,01 persen, dan bensin sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut, BPS NTB juga mencatat bahwa seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi bulanan pada Juni 2025.

Kabupaten Sumbawa mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,90 persen dengan IHK 109,16.

Sementara itu, Kota Mataram mengalami inflasi 0,43 persen (IHK 108,58), dan Kota Bima 0,42 persen (IHK 108,11).

Wahyudin menambahkan, beberapa komoditas lain yang turut memberikan andil besar terhadap inflasi di wilayah IHK NTB.

Di antaranya, beras, nasi dengan lauk, bawang merah, ikan layang, cumi-cumi, kol putih, ikan bandeng, ikan tongkol, hingga emas perhiasan. (Geumie)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Cabai Rawit #Inflasi #Bulanan #tomat