LombokPost – NTB terus memperkuat kehadiran produknya di pangsa pasar global.
Hal ini mengingat potensi komoditas hingga produk daerah yang bisa diekspor NTB cukup besar.
Beberapa komoditas dan produk NTB tersebut di antaranya, hasil pertanian organik, mutiara, perikanan, kerajinan tangan, dan tenun tradisional.
Semuanya memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaluddin Malady mengatakan, NTB masih harus menghadapi tantangan utama.
Yakni daya saing produk dan pemasaran.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan kualitas produk,” ujarnya, Jumat (4/7).
Dijelaskannya, di era globalisasi saat ini, diperlukan strategi pemasaran yang adaptif dan pemanfaatan teknologi digital.
Hal tersebut menjadi kunci utama untuk membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Sebab itu, pihaknya rutin menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek), workshop hingga pelatihan terhadap pelaku usaha ekspor NTB.
Seperti Kamis (3/7) lalu, digelar Bimtek terkait strategi pemasaran produk unggulan NTB dan peluang pasar di pasar global.
“Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Bank Indonesia, pelaku usaha lokal, UMKM, eksportir, serta mitra perdagangan internasional,” sambungnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah NTB untuk mendorong peningkatan ekspor daerah.
Selain itu, juga mendukung kemandirian ekonomi, dan memperkuat posisi NTB dalam rantai pasok global.
“Selain sesi diskusi panel, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan strategi pemasaran produk serta sesi konsultasi ekspor oleh para pelaku usaha global,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap pelaku usaha lokal NTB semakin siap bersaing di pasar internasional.
Selain itu, juga memotivasi pelaku UMKM NTB lainnya untuk berani memperluas pasar hingga pasar global.
Langkah ini, tidak hanya tentang memperluas jangkauan produk.
Hal ini juga tentang meningkatkan kontribusi sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Editor : Akbar Sirinawa