LombokPost – PT Pos Indonesia menyatakan terus mengupayakan kelancaran penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Penyaluran BSU ini diharapkan dapat dapat menjadi stimulan ekonomi secara umum.
Selain itu, BSU juga diharapkan dapat membantu pekerja yang terdampak banjir Mataram dan Lombok Barat.
"Kami berharap bantuan BSU ini dapat menjadi dorongan semangat dan dukungan nyata bagi pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak," ujar Ketua Satgas BSU Kantor Pos Mataram Ari Garmono, Senin (7/7).
Pihaknya berharap, musibah ini segera berlalu dan aktivitas warga kembali normal.
Bantuan BSU pada waktu yang tepat ini diharapkan mampu menjadi suntikan dana yang krusial untuk pemulihan ekonomi warga yang terdampak langsung bencana.
Dijelaskannya, BSU 2025 merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu dibayarkan sekaligus untuk dua bulan.
Bantuan ini ditujukan bagi pekerja penerima upah yang memenuhi kriteria tertentu.
PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi resmi bertugas memastikan dana ini sampai ke tangan yang berhak.
"Kami siap menyalurkan bantuan ini di seluruh kantor cabang maupun unit pelaksana teknis di seluruh NTB," sambungnya.
Jika diperlukan, tim akan langsung mendatangi lokasi komunitas atau perusahaan dengan jumlah penerima besar.
"Ini untuk memastikan akses masyarakat terhadap bantuan semakin mudah," jelasnya.
Ari melanjutkan, ada beberapa syarat utama bagi penerima BSU 2025.
Penerima harus Warga Negara Indonesia dengan NIK, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 April 2025, memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta, dan bukan merupakan ASN, TNI, atau Polri.
Selain itu, penerima BSU tidak boleh sedang menerima bantuan lain. Di antaranya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT.
Masyarakat dapat memverifikasi status penerima melalui laman resmi Kemenaker, BPJSTK, atau fitur ‘Cek BSU’ di aplikasi POSPAY milik PT Pos Indonesia.
Secara nasional, target penerima BSU mencapai 8,5 juta orang. Sebanyak 3,7 juta data penerima telah masuk, dan total dana siap salur mencapai Rp2,22 triliun.
Khusus untuk NTB, data awal menunjukkan 29.386 orang akan menerima bantuan ini dengan dana siap salur sebesar Rp 17,63 miliar.
Proyeksi total penerima di NTB bahkan bisa mencapai lebih dari 68.000 orang, dengan total dana BSU yang dikucurkan sekitar Rp 41 miliar.
Pihaknya berharap, pencairan BSU ini dapat menjadi dukungan dan semangat untuk pemulihan ekonomi warga terdampak banjir.
“Kami siap menyalurkan bantuan ini di seluruh kantor cabang maupun unit pelaksana teknis di seluruh NTB,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Jelo Sangaji