Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Ngojek, Bisnis Jasa Kurir Lokal yang Sukses di Lombok

Geumerie Ayu • Selasa, 15 Juli 2025 | 10:30 WIB
Utamakan kualitas, Ngojek tawarkan pelayanan prima dan terbaik untuk pelanggan.
Utamakan kualitas, Ngojek tawarkan pelayanan prima dan terbaik untuk pelanggan.

LombokPost – Pandemi COVID-19 pada 2020 lalu ternyata melahirkan inspirasi tak terduga bagi Putu Gabbyy Yudatiani Andini Putri, ibu dua anak di Kota Mataram ini sukses membangun bisnis kurir yang diberi nama ‘Ngojek’.

Ngojek saat ini menjadi jasa layanan kurir yang terbesar di Kota Mataram, bahkan NTB. Namun untuk sampai di tahap ini, tidak semudah yang terlihat sekarang, ada perjalanan panjang yan penuh tantangan yang harus dihadapi.

Ngojek Lahir dari Insiden Layanan Pengiriman

Semua driver ngojek di mataram dilindungi bpjs ketenagakerjaan.
Semua driver ngojek di mataram dilindungi bpjs ketenagakerjaan.

Gabbyy, sapaan akrabnya, dulunya seorang marketing di sebuah perusahaan developer di Kota Mataram.

Di samping itu, dirinya juga salah satu pelaku UMKM skincare lokal, yang untuk pengiriman produk skincare-nya, dia bergantung pada jasa kurir lokal dan ojek online.

Namun, sebuah insiden mengubah segalanya. Insiden pengiriman produknya yang membuatnya kecewa.

Produknya yang seharusnya dikirimkan cukup 15 menit, justru sampai ke konsumen setelah 3 jam kemudian.

“Pelanggan yang seharusnya bisa menerima barang dalam 15 menit, harus menunggu 3 jam, bahkan hingga pulang malam ke Lombok Timur dan harus dijemput orang tuanya. Saya jadi tidak enak, takut dia tidak beli lagi," tuturnya.

Dari kekesalan dan kekhawatiran itu, sebuah celetukan untuk membuat kurir sendiri secara spontan terucap "Yaudahlah, kalau begini lebih baik saya buat kurir sendiri," sambungnya.

Meskipun ia dan sang suami tidak punya latar belakang di dunia logistic, karena suaminya bekerja di bengkel, tekad mereka bulat.

Baca Juga: Drakor S Line, Kisah Tentang Pembunuhan, Misteri, dan Benang Merah Takdir Intim

Nama ‘Ngojek’ ini lahirnya pun tidak asal. Lahir tengah malam dari celetukan sang adik.

Kata Gabbyy, ‘Ngo’ dalam bahasa Tionghoa di Lombok berarti ‘saya’, menjadikan ‘Ngojek’ bermakna ojek saya. Nama ini lansung disetujui suami karena mudah diingat.

Berkah Pandemi dan Tantangan SDM

Rahasia sukses ngojek di tengah persaingan ketat, utamakan kecepatan, kejujuran, dan pelayanan prima untuk konsumen.
Rahasia sukses ngojek di tengah persaingan ketat, utamakan kecepatan, kejujuran, dan pelayanan prima untuk konsumen.

Seperti usaha rintisan lainnya, Ngojek tak langsung ramai saat pertama kali diluncurkan. Gabbyy yang merupakan marketing di tempatnya bekerja, memperkenalkan jasanya kepada para konsumennya.

"Saya punya usaha begini, mungkin kalau ada yang mau ngirim barang bisa pakai jasa saya," tuturnya.

Berkah datang di bulan puasa meski masih pandemic. Kebutuhan pengiriman barang melonjak. Dari mulut ke mulut, Ngojek pun mulai dikenal dan terus berkembang hingga kini.

Namun, perjalanan Ngojek tidak mulus tanpa hambatan, tantangan terbesar menurutnya, ada pada Sumber Daya Manusia (SDM).

"SDM di Lombok masih 'bawaan', keinginan mereka untuk maju dan mendapatkan penghasilan lebih tanpa berpikir keluar daerah itu belum ada," jelasnya.

Di awal, ia merekrut 10 orang driver. Lucunya, saat tiba waktunya beroperasi di lapangan, hanya 3 orang yang aktif.

"Mungkin yang lain mikirnya, 'apa sih? karena memang waktu itu belum ada orderan," terangnya.

Kini, setelah 5 tahun berjalan, Ngojek telah tumbuh pesat. Dari hanya 3 driver aktif di awal, kini mereka memiliki 100 driver aktif dan 10 admin yang bekerja secara shift atau freelance.

 

Pelayanan Prima, Kejujuran dan Ketepatan Waktu Jadi Kunci Sukses Survive di tengah Persaingan Ketat

Salah satu kurir Ngojek yang tengah mengantarkan pesanan konsumen.
Salah satu kurir Ngojek yang tengah mengantarkan pesanan konsumen.

Kunci utama Ngojek bertahan di tengah ketatnya persaingan adalah pelayanan prima. Filosofi yang dipegang teguh Ngojek adalah memberikan ketepatan waktu, kecepatan, dan kejujuran kepada setiap pelanggan.

Berbeda dengan strategi kompetitor yang kerap "membakar uang" dengan promo diskon ongkos kirim, Ngojek memilih jalur yang berbeda.

Ngojek tidak pernah memberikan promo diskon ongkir, karena mereka tidak ingin muncul persepsi ongkir murah, tapi pelayanannya jelek.

Mereka berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan di atas segalanya, meyakini bahwa loyalitas pelanggan dibangun dari pengalaman positif yang konsisten, bukan sekadar harga murah.

Ongkos Kirim Hanya Rp 10.000 di seluruh Kota Mataram

Photo
Photo

Untuk ongkir di seputaran kota Mataram tetap Rp10.000, sedangkan luar Mataram dihitung sesuai jarak, mulai dari Rp 15 ribu untuk Lobar dan Rp 20 ribu untuk Lotim dan Loteng.

Layanan Ngojek meliputi pengiriman barang, kecuali barang super besar seperti kulkas, selain itu juga ada layanan pembelanjaan seperti makanan atau kebutuhan bulanan.

Struktur tarif yang jelas ini memberikan kepastian bagi pelanggan tanpa adanya kejutan biaya tersembunyi.

Layanan yang ditawarkan Ngojek cukup beragam dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain jasa pengiriman barang, kecuali barang-barang berukuran sangat besar seperti kulkas, Ngojek juga menyediakan layanan pembelanjaan.

Pelanggan dapat memanfaatkan layanan ini untuk memesan makanan atau memenuhi kebutuhan bulanan lainnya.

Semua Driver Ngojek Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Photo
Photo

Ngojek menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kesejahteraan para kurirnya.

Tak hanya menawarkan sistem pembayaran harian yang transparan, Ngojek juga membekali kurirnya dengan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Kata Gabbyy, Ngojek memberikan perhatian serius pada keselamatan dan kesejahteraan kurirnya.

Setiap kurir didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, memastikan mereka terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun sakit di rumah.

Bahkan, jika terjadi risiko terburuk, santunan akan diberikan kepada anak dan istri kurir.

"Jadi, mereka-mereka yang sudah kerja di Ngojek itu sudah aman istilahnya. Sudah aman dari finansial, dan dapat perlindungan," ujarnya.

Potensi Penghasilan Driver yang Menjanjikan

Photo
Photo

Ngojek menawarkan potensi penghasilan yang jauh melampaui Upah Minimum Regional (UMR).

Sistem gaji driver Ngojek yang berdasarkan persentase, memungkinkan kurir membawa pulang hasil kerja mereka setiap hari. Ini berbeda jauh dengan sistem gaji pokok yang umumnya diterapkan di banyak perusahaan.

Jika kurir rajin, mereka bisa meraup hingga Rp 9 juta per bulan, jauh di atas UMR Kota Mataram yang sekitar Rp 2,86 juta.

Angka ini didasarkan pada rata-rata penghasilan harian Rp 300 ribu, sehingga tak heran jika banyak kurir lama yang betah dan tidak ingin berpindah ke lain hati.

Bahkan meski berhasil membangun usaha sendiri, driver juga tetap ingin menjadi driver Ngojek.

"Mereka sudah bisa bangun usaha sendiri, tapi tetap mau kerja di sini, banyaknya kayak gitu," Gabbyy.

Sebagai bentuk apresiasi, Ngojek bahkan memberikan reward motor operasional kepada kurir yang telah loyal bekerja selama 5 tahun, memungkinkan mereka menghemat biaya operasional pribadi.

Berikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Gunungsari

Photo
Photo

Meski berorientasi bisnis, namun Ngojek juga tidak mengesampingkan urusan kemanusiaan.

Perusahaan jasa kurir ini memberikan bantuan sebanyak 50 paket sembako kepada puluhan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Jagapati Ranjok, Gunungsari, Lombok Barat.

Bantuan dari dana pribadi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ada juga bantuan dititip dari konsumen kita tapi saya tidak mau terima dalam bentuk uang, kalau barang tidak masalah,” kata Gabbyy.

Luncurkan Layanan Baru, Antar Barang ke Lotim dan Loteng Mulai dari Rp 20.000

Ngojek luncurkan layanan baru, antar barang ke Lotim dan Loteng mulai dari Rp 20 ribu.
Ngojek luncurkan layanan baru, antar barang ke Lotim dan Loteng mulai dari Rp 20 ribu.

Ngojek resmi meluncurkan layanan baru yang menjanjikan ongkir lebih terjangkau untuk pengiriman ke Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng).

Berbeda dari skema per kilometer sebelumnya, layanan terbaru ini menawarkan tarif mulai dari Rp 20.000.

Namun, ada ketentuannya, pengiriman harus dalam jumlah banyak, tidak bisa satuan.

"Jadi kirimannya harus banyak, tidak bisa satu-satu begitu, jadi sesuai lah ongkir murah jadi ada lah sesuai ketentuannya begitu," jelas Gabbyy.

Family Gathering Mengukuhkan Ikatan Kekeluargaan

Photo
Photo

Di tengah kesibukan operasional yang padat, Ngojek, layanan ojek online lokal di Mataram, secara konsisten membangun ikatan kekeluargaan melalui kegiatan Family Gathering tahunan.

Acara ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antara manajemen, kurir, serta keluarga mereka.

Gabbyy mengatakan, Family Gathering Ngojek pertama kali digagas pada tahun ketiga berdirinya perusahaan.

“Rasanya sudah tiga kali kita ya? tahun ketiga yang diadakan di Senggigi dan tahun keempat di Hotel Lombok Raya," ujarnya.

Dijelaskannya, kegiatan Family Gathering Ngojek diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dipenuhi dengan suasana ceria dengan berbagai lomba menarik diadakan.

Mulai dari lomba untuk anak-anak, para kurir, hingga istri-istri kurir, dan puncak acara selalu ditandai dengan pemotongan tumpeng, sambutan dari manajemen dan kurir senior, serta acara makan-makan bersama yang penuh kehangatan.

Apresiasi untuk Kurir Setia bersama Ngojek dari Nol

Photo
Photo

Sebuah langkah yang menyentuh hati dan penuh makna, Ngojek akan segera menyelenggarakan family gathering tahunan dengan nuansa yang sangat istimewa.

Acara kali ini secara khusus didedikasikan sebagai bentuk apresiasi mendalam bagi para kurir setia yang telah berjuang bersama sejak titik nol, membangun bisnis dari awal hingga mencapai posisinya saat ini.

Inisiatif ini lahir dari keinginan kuat untuk mengakui dan menghargai dedikasi tak tergoyahkan para kurir yang menjadi pilar utama perjalanan perusahaan.

"Mereka adalah garda terdepan yang merasakan pahit manisnya membangun semuanya dari nol. Dari hanya mendapatkan Rp 10-15 ribu, berkeliling dari Cakra ke Ampenan demi satu orderan, hingga menolak orderan berarti tidak ada penghasilan sama sekali – mereka telah melewati semuanya dengan semangat juang luar biasa,” kenang Gabbyy.

Di tengah pesatnya pertumbuhan dan bergabungnya banyak kurir baru, perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah melupakan mereka yang telah menorehkan jejak sejarah.

"Momen ini adalah kesempatan untuk mengakui pengorbanan, kegigihan, dan kesetiaan mereka yang tak ternilai," sambungnya.

Sebagai puncak apresiasi, perusahaan dengan bangga akan memberikan reward berupa ponsel (HP) terbaru untuk semua kurir yang telah berjuang bersama sejak awal.

Baca Juga: Resmi, Arsenal Dapatkan Pemain Buruannya, Langsung Ikut Tur Asia

"Ini adalah simbol dari nilai yang kami berikan pada kerja keras dan loyalitas mereka," jelasnya.

 Pemberian ponsel ini diharapkan dapat mendukung kinerja mereka sekaligus menjadi kenang-kenangan atas kontribusi berharga yang telah diberikan. (Geumie)

Editor : Jelo Sangaji
#kurir #BISNIS #ngojek #lokal