Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebijakan Hilirisasi Industri Pangan Lokal di NTB Disorot

Geumerie Ayu • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:09 WIB

PRODUKSI MENURUN: Seorang petani menunjukkan kopi di kebunnya, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
PRODUKSI MENURUN: Seorang petani menunjukkan kopi di kebunnya, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
LombokPost – Arah kebijakan hilirisasi industri produk pangan lokal mendapatkan sorotan.

Kalangan dewan mendesak pemda memprioritaskan dukungan penuh pada komoditas yang menjadi andalan petani lokal, ketimbang fokus pada komoditas baru.

Salah satu yang dikritisi yakni wacana dukungan kebijakan untuk komoditas kacang sacha inchi di tahun 2026 yang didukung Bappeda NTB.

Politisi PKS Lombok Utara Sutranto mengatakan, inovasi ini bagus.

Namun akan lebih efektif jika Pemda membantu hilirisasi industri komoditas lain yang sudah banyak digeluti dan teruji.

"Menurut kami ini sesuatu yang bagus, tetapi akan lebih bagus lagi kalau juga membantu hilirisasi industri komoditas lain yang banyak dilakoni dan teruji. Fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal yang sudah ada," tegas ketua Komisi III DPRD KLU ini.

Dibandingkan sacha inchi, komoditas porang, jagung, kopi, dan kakao lebih berpotensi besar karena melimpah.

Ia menekankan perlunya peningkatan nilai tambah komoditas ini dengan mendekatkan industri hilir kepada masyarakat.

Kebijakan hilirisasi industri pangan lokal di ntb disorot
Kebijakan hilirisasi industri pangan lokal di ntb disorot

Terutama melalui kelompok petani yang memiliki komitmen kuat untuk melakukan pengolahan.

"Kami di DPRD tidak ingin bantuan industri hanya sekadar formalitas. Tapi pentingnya pembinaan berkelanjutan setelah penyaluran bantuan," ujarnya.

Dirinya mendorong OPD terkait melakukan verifikasi dan validasi ketat sebelum bantuan disalurkan.

Tujuannya adalah memastikan kelompok penerima benar-benar memiliki embrio usaha yang siap dikembangkan.

Selama ini belum terlihat adanya bantuan industri hilir baru yang benar-benar berjalan dan memberikan nilai tambah kepada warga.

"Indikator kita jelas, bantuan mesin dan peralatan harus mampu mengangkat derajat ekonomi, lebih-lebih menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem," beber Sutranto.

Dia juga mendesak seluruh OPD yang akan mengusulkan program bantuan agar benar-benar memahami potensi kelompok ekonomi di masyarakat.

Pihaknya percaya bantuan yang tepat sasaran akan menjadi langkah efektif bagi pemda dalam memperbaiki kualitas ekonomi warganya.

Sutranto juga mendorong pemda meminimalisir pengiriman bahan mentah ke luar daerah.

Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan terobosan program yang mendukung pengolahan bahan mentah di tingkat lokal.

Selain itu, juga menghubungkan komoditas setengah jadi tersebut ke pasar di luar daerah.

"Memang kita tidak bisa melarang pengiriman barang mentah ke luar, tapi kita perlu intervensi," tandasnya.

 Baca Juga: Park Hyun Sik Jadi Villain Ganteng di Drama Fantasi Berjudul Twelve, Siap-Siap Jatuh Cinta dengan Pesona Roh Jahat

Editor : Siti Aeny Maryam
#industri pangan #Disorot #NTB #kebijakan #hilirisasi