LombokPost – Bank Indonesia (BI) NTB meluncurkan NTB Investment Challenge 2025.
Dalam peluncuran ini sekaligus melepas ekspor komoditas unggulan NTB ke Amerika, Jepang, Jerman, dan Spanyol.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya menjadikan NTB sebagai kawasan yang ramah investasi.
Sekaligus juga menjadi pusat industri ekspor nasional.
Gubernur NTB juga menyampaikan arah kebijakan strategis daerah untuk mendorong hilirisasi industri.
Khususnya di sektor vanili, kerajinan (handicraft), dan komoditas lokal lainnya.
Gubernur NTB juga mengapresiasi BI NTB yang konsisten membuka pintu-pintu ekspor bagi pelaku usaha lokal.
Dikatakan Gubernur NTB, NTB kembali mencatat sejarah dengan melepas sejumlah produk unggulan ke pasar global.
Yakni produk kerajinan tangan, kemiri dan vanili.
“Ini adalah langkah baik dan saya harap kabupaten/kota bersama-sama berkolaborasi meningkatkan lebih banyak lagi produk Indonesia yang bisa masuk pasar global,” terang Gubernur NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga berdialog langsung dengan seorang importir vanili dari Amerika.
Mantan duta besar Indonesia untuk Turki ini secara langsung mengajak importir tersebut membuka industri pengolahan vanili di NTB.
“Kita jangan hanya kirim bahan baku. Yang kita butuhkan sebenarnya adalah know-how, ilmunya, teknologinya. Silakan bawa itu ke sini, kami bantu siapkan co-investor, lahan, dan izin. NTB siap jadi rumah produksi,” tandasnya.
Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, NTB Investment Challenge 2025 menjadi respons nyata dari hasil market intelligence yang dilakukan oleh lima kantor Perwakilan BI (KPwBI) di luar negeri.
Hasilnya menunjukkan adanya minat kuat dari para investor global terhadap tiga sektor strategis.
“Di antaranya, energi baru terbarukan (EBT), hilirisasi sumber daya alam, dan infrastruktur strategis,” jelas Berry.
Ketiga sektor tersebut telah termaktub dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta dalam draft RPJMD NTB.
“Sehingga relevan untuk kita dorong penguatannya agar mampu memberikan NTB nilai tambah dan sumber pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya sektor strategis, produk UMKM NTB yang diproduksi secara masal dengan sentuhan budaya lokal.
Juga kreativitas tinggi, berkelanjutan, serta memenuhi standar internasional kini menjadi perhatian serius para calon pembeli luar negeri.
Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di NTB untuk merambah pasar ekspor.
Menindaklanjuti peluang tersebut, BI NTB melalui Regional Investment Relation Unit menginisiasi kegiatan NTB Investment Challenge 2025.
Kegiatan ini bertujuan menyaring dan memperkuat proyek-proyek investasi yang siap dipromosikan ke luar negeri.
“Supaya NTB dapat menarik lebih banyak investor dan mempercepat pembangunan daerah,” sambungnya.
NTB Investment Challenge 2025 akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Di antaranya kickoff dan sosialisasi program.
Kemudian kurasi proyek-proyek potensial, capacity building untuk pemilik proyek, on-site visit oleh tim kurator dan investor, dan pemberian award untuk proyek investasi unggulan.
Kegiatan melibatkan kolaborasi erat antara BI, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan para ahli.
Berry mengundang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk aktif berpartisipasi.
“Ini sebagai bentuk sinergi untuk menciptakan ekosistem investasi yang kuat dan terpercaya di NTB,” katanya.
Untuk ekspor, terdapat beberapa komoditas unggulan yang dikirim ke empat negara.
Di antaranya, vanili oleh UD Rempah Organik Lombok ke Amerika sebanyak empat ton.
Kemiri oleh PT Mujnah Kemiri Lombok ke Jepang sebanyak lima ton.
Home Decor oleh Fatih Craft Lombok ke Jerman sebanyak satu kontainer.
Furniture oleh Bale Rattan ke Spanyol sebanyak satu kontainer.
Untuk memperkuat ekosistem promosi perdagangan dan investasi, BI NTB juga akan melakukan relaunching website Sasambo.org.
Situs ini akan menjadi etalase digital informasi investasi, perdagangan, serta wadah promosi bagi UMKM NTB menuju pasar global. (fer/r6)
Editor : Jelo Sangaji