Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MIM Foundation dan Bank Dinar Kolaboratif Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Nurul Hidayati • Jumat, 25 Juli 2025 | 17:42 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – MIM Foundation bersama Bank Dinar Ashri secara resmi meluncurkan Wakafarm.

Ini sebuah program wakaf produktif yang memanfaatkan dana umat untuk sektor pertanian dan peternakan.

Peluncuran ini ditandai dengan panen raya telur omega, simbol dimulainya tahap awal proyek peternakan ayam petelur di Desa Lelede, Kecamatan Kediri.

 Baca Juga: Bank Dinar dan MIM Foundation Salurkan Bantuan Korban Banjir di Mataram

Ketua MIM Foundation, M Romi Saefudin, menjelaskan Wakafarm bertujuan untuk mendorong ketersediaan pangan yang semakin dibutuhkan sekaligus pemanfaatan keuntungan dari pengelolaan wakaf ini dihajatkan untuk penanganan stunting dan program sosial di NTB.

 "Wakafarm ini bersumber dari dana umat agar memberikan manfaat masyarakat," ujarnya.

Tahap awal Wakafarm difokuskan pada peternakan ayam petelur dengan populasi awal 5.000 ekor, menghasilkan sekitar 750 telur omega 3 setiap harinya masih terus meningkat hingga 95 persen tingkat produktifitasnya.

 Baca Juga: Lansia di Kota Mataram Terima Parcel Ramadan, Bank Dinar dan MIM Foundation Salurkan Bantuan

Ke depan, MIM Foundation menargetkan penambahan populasi ayam hingga 10.000 ekor dan bercita-cita mewujudkan industrialisasi peternakan yang lebih besar.

Menariknya, Wakafarm juga berinovasi dengan memproduksi bibit ayam sendiri untuk mengatasi kesulitan pasokan bibit.

Saat ini, harga telur omega 3 dibanderol Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per butir, atau Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per boks.

 Baca Juga: Gelorakan Gerakan Sadar Wakaf di NTB, MIM Foundation Diapresiasi Bank Indonesia

Keunggulan telur omega 3 ini, menurut Romi, adalah satu butir telur omega 3 setara dengan lima butir telur biasa, menjadikannya sangat efektif untuk pencegahan stunting.

Lebih lanjut, Romi Saefudin menyebut Wakafarm juga memberdayakan warga sekitar kandang sebagai tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap program Wakafarm ini datang dari berbagai pihak, termasuk Bank Dinar Ashri.

Direktur Utama Bank Dinar Ashri, Mustaen, menyatakan bahwa 10 persen dari keuntungan bersih Bank Dinar setiap tahunnya akan disalurkan kembali ke masyarakat, salah satunya melalui MIM Foundation.

 

MIM Foundation, Bank Dinar, Pemkab Lobar, Bank Indonesia, Baznas, dan mitra lainnya saat mengecek kandang ayam petelur wakafarm produktif di Desa Lelede, Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat.
MIM Foundation, Bank Dinar, Pemkab Lobar, Bank Indonesia, Baznas, dan mitra lainnya saat mengecek kandang ayam petelur wakafarm produktif di Desa Lelede, Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat.

"Anggaran itu dikembalikan dalam bentuk beranekaragam kegiatan sosial seperti kebencanaan, lingkungan, dan sekarang wakaf yang produktif," jelas Mustaen.

Ia berharap program semacam Wakafarm ini dapat memberikan dampak langsung yang positif dan nyata bagi masyarakat, serta mendorong pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Setelah sukses dengan peternakan ayam petelur, MIM Foundation berencana untuk mengembangkan sektor ruminansia, seperti pemeliharaan sapi dan kambing, untuk semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

Editor : Pujo Nugroho
#Bank Dinar Ashri #telur #MIM Foundation #masyarakat #Omega 3 #Stunting