Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Kaji Insentif Khusus untuk Pengusaha Lokal

Geumerie Ayu • Rabu, 6 Agustus 2025 | 10:58 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost Pemerintah NTB tengah merumuskan arah baru pembangunan ekonomi daerah dengan menempatkan pelaku usaha lokal sebagai pilar utama.

Tidak lagi sekadar pelengkap pembangunan, pengusaha lokal kini disiapkan untuk naik kelas dan bersaing di level nasional.

Hal tersebut bakal diwujudkan melalui berbagai insentif dan dukungan strategis.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan komitmen kuatnya untuk mengubah pola lama yang kerap meminggirkan pelaku usaha daerah.

“Pengusaha lokal harus jadi prioritas. Kalau investor luar diberi insentif, mengapa pengusaha kita sendiri tidak,” ujarnya.

Iqbal menyoroti fakta NTB belum memiliki kelompok usaha lokal berskala nasional.

Dirinya mencontohkan seperti Bosowa Group di Sulawesi Selatan.

Padahal menurut Iqbal, NTB memiliki banyak potensi dan SDM pelaku usaha yang terbukti kompeten.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua kanan) dan Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap (kiri) memeriksa produk pengusaha lokal yang akan diekspor ke Jepang, beberapa waktu lalu.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua kanan) dan Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap (kiri) memeriksa produk pengusaha lokal yang akan diekspor ke Jepang, beberapa waktu lalu.

Termasuk dalam pembangunan jalan nasional yang dikerjakan oleh kontraktor lokal.

“Kesempatan adalah kata kuncinya. Kita harus perbesar panggung dan beri akses,” tegas gubernur.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Pemprov NTB tengah menyusun skema insentif khusus bagi pelaku usaha lokal.

Insentif ini tidak hanya dalam bentuk keringanan fiskal atau perizinan.

Namun juga fasilitasi dalam akses modal, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga penguatan jaringan kemitraan dengan lembaga keuangan dan investor.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan data wajib pajak terbesar di NTB. Dari sana kita akan tahu siapa saja yang betul-betul memberi kontribusi nyata bagi daerah,” jelas Iqbal.

Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan mengundang pelaku usaha ke forum diskusi strategis.

Dialog tersebut bertujuan memetakan tantangan dan merancang solusi kebijakan yang relevan, berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Sebagai langkah konkret, Pemprov NTB juga akan menggelar Forum Bisnis Lokal NTB.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan terbuka antara pemerintah, pengusaha lokal, perbankan, dan pemangku kepentingan pembangunan.

Forum ini menjadi platform strategis untuk membangun ekosistem usaha lokal yang kolaboratif, transparan, dan berkelanjutan.

“Kita tidak main musiknya, tapi kita pastikan orkestranya berjalan selaras dan menghasilkan nada yang indah. Ekonomi NTB yang kuat, adil, dan bertumpu pada kekuatan lokal,” terangnya.

Iqbal juga mengkritisi praktik kebijakan selama ini yang cenderung mengutamakan pelaku usaha yang dekat dengan proyek pemerintah.

Sementara sektor akar rumput seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM sering luput dari perhatian.

“Banyak pelaku usaha yang tidak muncul di permukaan tapi justru memberi dampak besar di masyarakat. Ke depan, mereka juga harus mendapat tempat yang sama,” jelasnya.

Pria asal Lombok Tengah ini meyakini pengusaha lokal memiliki keunggulan yang tak dimiliki pelaku usaha luar.

Di antaranya, mereka memahami kultur, medan, dan masalah dari akar. Itulah yang menjadikan mereka aset utama dalam membangun NTB yang berdaya saing.

“Saya percaya, kalau diberikan dukungan yang tepat, pengusaha NTB akan jadi nama besar berikutnya di Indonesia,” tandasnya. (fer/r6)

Baca Juga: BigHit Music Bantah Rumor BTS Terlibat dalam Album Penghormatan Michael Jackson

Editor : Jelo Sangaji
#ekonomi daerah #pengusaha lokal #NTB #naik kelas #insentif