Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Giliran Bawang Merah Meroket, Tembus Rp 70 Ribu Per Kilogram di Sejumlah Pasar NTB

Geumerie Ayu • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 13:47 WIB

Pasokan menurun, harga bawang merah di NTB merangkak naik
Pasokan menurun, harga bawang merah di NTB merangkak naik
LombokPost – Harga bawang merah di sejumlah pasar di NTB merangkak naik sejak beberapa pekan ini.

Komoditas tersebut kini dijual seharga Rp 60-70 ribu per kilogramnya.

Kondisi ini membuat para pedagang dan konsumen sama-sama mengeluh.

Rohmah, seorang pedagang di Pasar Pagesangan mengaku bahwa harga mulai naik sejak beberapa pekan lalu.

Awalnya di kisaran Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp 60 ribu per kilogram, bahkan ada yang jual sampai Rp 70 ribu tergantung ukurannya. Kalau yang kecil-kecil beda Rp 3-5 ribu,” tuturnya.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada pola belanja masyarakat.

Menurutnya, para pembeli kini memilih mengurangi kuantitasnya.

Mereka hanya membeli seperempat hingga setengah kilogram saja.

Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya yang biasa membeli 2-3 kilogram.

“Pelanggan sekarang banyak yang bilang mahal. Akhirnya beli sedikit saja, cukup buat masak sehari,” tambahnya.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Induk Mandalika.

Mahmudah, pedagang bawang merah menyebut harga naik perlahan namun pasti sejak dua pekan terakhir.

“Kalau yang besar-besar sekarang Rp 55 ribu per kilo. Masih naik terus,” ujarnya.

Salah satu penyebab utama melonjaknya harga bawang merah, dikarenakan tersendatnya pasokan dari pengepul.

Menipisnya stok di tingkat pedagang grosir membuat harga di pasar tak bisa dikendalikan.

“Katanya dari pengepul memang lagi susah barangnya, jadi kita juga ikut mahal belinya,” kata Mahmudah.

Kenaikan harga tak berbanding lurus dengan peningkatan omzet. Pedagang malah mengeluh karena pembeli mengurangi kunsumsi.

Bawang merah meroket, rp 70 ribu per kilogram
Bawang merah meroket, rp 70 ribu per kilogram

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatatkan bawang merah sebagai salah satu komoditas yang memiliki andil besar menyumbang inflasi pada Juli 2025.

Inflasi bulan Juli tercatat sebesar 0,17 persen (month to month).

“Bawang merah memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Ini termasuk signifikan, bersamaan dengan beras, ikan tongkol, cabai merah, dan tomat,” ujar Kepala BPS NTB Wahyudin.

Dari sisi wilayah, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 0,48 persen.

Disusul Kota Mataram sebesar 0,25 persen. Sedangkan Kabupaten Sumbawa mencatatkan deflasi sebesar 0,03 persen.

Baca Juga: Wajib Ditonton! Film Weapons Sajikan Horor yang Lebih dari Sekadar Menakutkan

“Seluruh wilayah IHK di NTB mengalami inflasi bulanan pada Juli,” pungkasnya. 

 

Editor : Kimda Farida
#harga #meroket #pasar #bawang merah #melonjak