LombokPost – Pernahkah kamu merasa hidup jadi jauh lebih mudah sejak ada kode QR kecil di meja kasir?
Cuma scan, klik, beres! Nah, tahukah kamu siapa di balik kemudahan itu? Dia adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), si "cabe rawit" asli Indonesia yang diam-diam punya kekuatan revolusioner.
Dikutip dari Facebook DR Berlian Siagian, saking hebatnya, konon, raksasa pembayaran global sekelas Visa dan Mastercard pun sampai "meringis" melihat lajunya.
Baca Juga: Peran Gen Z Buat QRIS Semakin Melambung, Dari Belanja di Mall hingga Beli Jajanan Cendol
Mungkin kamu belum sadar, tapi QRIS itu bukan sekadar kode QR biasa.
Dia adalah sistem pembayaran digital yang didesain, dikembangkan, dan diatur langsung oleh Bank Indonesia (BI) bersama seluruh industri perbankan dan fintech di Tanah Air.
Mari kita intip perjalanan si "jagoan" ini.
Baca Juga: Bukan Jago Kandang, QRIS Berhasil Tembus ASIA, Bukti Teknologi Digital Indonesia Diakui Dunia
Dulu Itu Ribet Banget, Lho!
Bayangkan, sebelum tahun 2019, dompet digital atau bank mana pun punya kode QR-nya sendiri. Pernah lihat kasir UMKM yang mejanya penuh tempelan kode QR dari OVO, GoPay, DANA, atau berbagai bank? Itu dia! Pusing kan?
Pembeli bingung, pedagang apalagi. BI melihat ini sebagai peluang besar untuk merapikan kekacauan dan mendorong transaksi non-tunai, apalagi setelah "gempa digital" di masa pandemi.
Baca Juga: Jukir Resmi Ditarget Setor Rp 30 Ribu per Hari, Warga Diminta Bayar Parkir dengan QRIS
Lahirnya Sang Penyelamat: Dari Mimpi Jadi Nyata
Agustus 2018: BI mulai mengumumkan rencananya. Mimpi punya standar QR nasional.
Desember 2018: Uji coba perdana! Bank-bank besar seperti BNI, BRI, Mandiri, BCA, dan berbagai e-wallet ikut serta.
17 Januari 2019: Detik bersejarah! QRIS resmi diluncurkan secara nasional oleh Bank Indonesia.
Kenapa QRIS Ini Jadi Penting Banget Buat Kita?
Tujuannya mulia, dan dampaknya langsung terasa di kehidupan kita sehari-hari.
Satu Kode untuk Semua: Sekarang, kamu cukup melihat satu kode QRIS. Mau bayar pakai bank mana pun, e-wallet apa pun, semua bisa! Hidup jadi simpel, kan?
UMKM Makin Berjaya: Pedagang kecil, warung makan favoritmu, atau ibu-ibu yang jual kue di pasar, semua bisa terima pembayaran digital dengan biaya yang sangat rendah. Mereka nggak perlu lagi repot pasang mesin EDC yang mahal. Ini memperluas inklusi keuangan, lho.
Bye-bye Uang Tunai: BI punya target ambisius: 30 persen transaksi ritel berbasis digital pada 2025. QRIS adalah salah satu kunci untuk mencapai itu, mengurangi ketergantungan kita pada uang fisik.
Perkembangan Luar Biasa Si "Cabe Rawit".
Januari 2020: Fitur QRIS untuk transaksi pedagang diluncurkan.
2021–2023: QRIS mulai go international! Kamu bahkan bisa pakai QRIS untuk pembayaran cross-border, misalnya di Thailand, Malaysia, atau Singapura. Keren, kan?
2024: Percaya atau tidak, lebih dari 45 juta merchant dan UMKM di Indonesia sudah menggunakan QRIS! Bayangkan berapa banyak kemudahan yang tercipta.
Dampak yang Bikin Takjub.
Buat UMKM: Mereka bisa bernapas lega. Nggak perlu pusing lagi mikirin mesin EDC atau biaya mahal. Tinggal print kode QRIS, beres!
Buat Kamu (Konsumen): Nggak perlu lagi punya banyak aplikasi dompet digital. Cukup satu aplikasi bank atau e-wallet favoritmu, kamu bisa bayar di mana saja yang ada logo QRIS. Mudah banget!
Ekosistem Digital Kita: Transaksi QRIS tumbuh lebih dari 300% per tahun (data BI 2023). Ini angka yang fantastis, menunjukkan betapa cepatnya kita beradaptasi dengan pembayaran digital.
Rahasia di Baliknya.
QRIS ini mengadopsi standar global (EMVCo) tapi diadaptasi sesuai kebutuhan kita. Dan logo resminya? Dua keping uang kuning-merah, melambangkan inklusi keuangan untuk semua.
QRIS adalah bukti nyata keberhasilan kolaborasi hebat antara Bank Indonesia, perbankan, dan fintech lokal dalam menciptakan infrastruktur pembayaran yang inklusif dan khas Indonesia. Jadi, lain kali kamu scan kode QRIS, ingatlah: kamu sedang berpartisipasi dalam sebuah revolusi pembayaran digital yang dibanggakan Indonesia, dan yang membuat raksasa dunia pun kagum! Keren, kan?
Editor : Pujo Nugroho