Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keamanan Lebih Terjamin, Operator Selular Dorong Pelanggan Migrasi ke E-SIM

Geumerie Ayu • Senin, 11 Agustus 2025 | 20:42 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – SVP Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Julandi George Fransiskus mendukung penuh penggunaan embedded SIM atau e-SIM bagi pelanggan.

Teknologi ini dinilai memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan lebih, sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.

“e-SIM ini mempermudah pelanggan. Tidak ada lagi risiko kartu tergesek atau rusak. Pelanggan yang mau pindah dari SIM card fisik ke e-SIM, baik IM3 maupun Tri, bisa melakukannya secara gratis,” ujar Julandi, Sabtu (9/8).

Saat ini, layanan migrasi e-SIM sudah tersedia di gerai resmi IOH dan dapat dilakukan secara online.

Meski distribusi di outlet belum merata, prosesnya diklaim cepat dan aman.

Julandi menegaskan, e-SIM lebih aman, karena tidak memiliki bentuk fisik sehingga risiko fraud dapat ditekan.

 Selain itu, pengguna tidak perlu lagi membeli kartu baru, cukup mengunduh profil e-SIM ke perangkat mereka.

“Kalau ganti ponsel, pelanggan cukup melapor ke kami agar e-SIM bisa dipindahkan. Memang tidak sepraktis SIM fisik yang tinggal dipindah, tapi keamanannya jauh lebih terjamin,” jelasnya.

SVP Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Julandi George Fransiskus
SVP Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Julandi George Fransiskus

Meski tanpa kartu fisik, penggunaan e-SIM tetap mengikuti aturan registrasi nomor yang berlaku.

Pelanggan wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai ketentuan program pemerintah, yakni satu KTP tiga nomor per operator.

Menurut Julandi, sudah banyak pelanggan IM3 dan Tri yang beralih ke e-SIM. Meski begitu, produksi SIM Card fisik masih berjalan.

Namun fokus perusahaan kini, mendorong pelanggan existing untuk bertransisi ke teknologi baru ini.

“Bagi kami, e-SIM tidak punya minus, semua plus. Lebih mudah, lebih aman, dan lebih nyaman bagi pelanggan,” pungkas Julandi.

Salah satu warga NTB Azmah melihat nilai plus yang ditawarkan e-SIM, mempertimbangkan untuk migrasi.

Terutama soal kepastian keamanannya.

“Mau coba, karena katanya lebih aman,” katanya. (fer/r6)

 

Editor : Prihadi Zoldic
#migrasi #Aman #Indosat Ooredo Hutchison #e-sim #operator selular