Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelaku Pariwisata NTB Diajak Perangi Food Waste

Geumerie Ayu • Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:35 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
LombokPost – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB mengajak pelaku pariwisata mengambil bagian dalam memerangi food waste (sampah makanan) dan food loss (kehilangan pangan).

Kedua hal tersebut semakin mengancam keberlanjutan sistem pangan nasional dan daerah.

Kepala DKP NTB Aidy Furqan menegaskan, tantangan ini bukan sekadar isu dapur atau rumah tangga.

Namun juga menyentuh rantai ekonomi, budaya konsumsi, dan efisiensi sumber daya.

Menurutnya, sektor pariwisata terutama hotel dan pelaku MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) harus terlibat.

 Mereka merupakan bagian penting dalam upaya perubahan perilaku konsumsi.

“Kita tahu hotel atau acara-acara tertentu itu biasanya menjadi penyumbang food waste.

Kita ingin mulai dari sektor itu untuk menerapkan pola stop boros pangan,” ujar Aidy.

Food waste
Food waste

Berdasarkan data DKP NTB, kerugian ekonomi akibat food waste di Indonesia mencapai Rp 200-250 triliun per tahun.

Penyebab utamanya, pola konsumsi berlebihan yang tidak didasarkan pada kebutuhan biologis.

Makanan yang seharusnya bisa dimanfaatkan, berakhir di tempat sampah karena tidak habis dikonsumsi.

Aidy menyebutkan, fenomena ini kerap ditemukan di kegiatan berskala besar.

Termasuk acara di hotel yang menyajikan prasmanan, sisa makanan sering kali berlimpah.

Selain food waste, persoalan food loss juga menjadi sorotan.

Masalah ini banyak dialami oleh petani lokal akibat harga jual komoditas yang jatuh drastis.

Itu membuat hasil panen tidak dipanen atau terbuang begitu saja.

“Misalnya petani tomat. Mereka keluarkan biaya produksi Rp 5.000/kg, tapi saat panen harga jual hanya Rp 2.000. Kalau dipanen, malah rugi. Akhirnya dibiarkan membusuk. Itu food loss,” ungkap Aidy.

Fenomena ini menyebabkan limpahan produksi tidak bernilai ekonomi.

Padahal biaya dan tenaga telah dikeluarkan oleh petani.

Inisiatif DKP NTB untuk menggandeng pelaku industri pariwisata merupakan bagian dari strategi besar membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah.

Melalui edukasi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor, NTB ingin menciptakan sistem pangan yang efisien dan minim pemborosan.

Sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi seluruh elemen masyarakat.

“Food waste dan food loss adalah atensi kami. Di ketahanan pangan, kita perlu bergerak bersama, lewat edukasi, pendampingan, dan kerja sama multisektor,” tandas Aidy. (fer/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#food loss #Perangi #Food waste #dinas ketahanan pangan #DKP NTB #Pelaku Pariwisata