Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Budi Daya Lobster Air Tawar, Modal Minimal Hasil Maksimal

Geumerie Ayu • Rabu, 3 September 2025 | 13:04 WIB

Mujadid Akbar melihat kondisi benih lobster air tawar dari kolam miliknya bersama Wisnu Elman Bunaya, di Praya, Lombok Tengah, belum lama ini.
Mujadid Akbar melihat kondisi benih lobster air tawar dari kolam miliknya bersama Wisnu Elman Bunaya, di Praya, Lombok Tengah, belum lama ini.
LombokPost – Dua pemuda asal Praya ini sungguh menginspirasi.

Namanya Wisnu Elman Bunaya dan Mujadid Akbar.

Keduanya sukses mengembangkan budi daya lobster air tawar di kampung halamannya.

Berawal dari analisanya tentang kurangnya perhatian masyarakat terhadap komoditas lobster air tawar.

Wisnu melihat peluang besar di balik potensi yang belum banyak dilirik ini.

“Lobster ini belum banyak diminati, tapi kalau orang paham bisa jadi komoditas eksklusif. Memang panennya lebih lama, tapi sebanding dengan harga jualnya,” ujar Wisnu.

Bermodal awal hanya sekitar Rp 400 ribu dari kantong pribadi, Wisnu memulai usaha budi daya ini pada awal tahun 2022.

Ia membeli benih lobster seharga Rp 1.700 per ekor, dengan tebaran mencapai 40 ekor per meter persegi.

Ia menyebut budi daya ini tergolong murah.

Terutama jika pelaku usaha sudah memiliki lahan atau tempat sendiri.

Dalam waktu dua tahun, usaha yang dirintisnya kini telah berkembang pesat dengan nilai aset mencapai lebih dari Rp 30 juta.

Tak hanya itu, ia juga telah menggandeng 12 mitra yang ikut serta mengembangkan usaha ini bersamanya.

Keunggulan dari lobster air tawar, menurut Wisnu adalah kemudahan dalam perawatan.

“Lobster air tawar tidak mudah terserang penyakit. Mereka mengganti kulit sebulan sekali, jadi penyakit yang menempel bisa hilang dalam proses regenerasi tubuh,” jelas lulusan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Bahkan jika ada bagian tubuh lobster yang rusak atau hilang, lanjut Wisnu, organ tersebut bisa tumbuh kembali.

“Penyakit hanya menyebar jika kualitas airnya buruk,” tambahnya.

Menariknya, dari segi pakan, lobster tidak memerlukan makanan khusus.

 “Bahkan nasi pun bisa diberikan. Tapi kalau proteinnya kurang, pertumbuhannya jadi lambat,” terang Wisnu.

Dari budi daya ini, penghasilannya kini mencapai Rp 6-7 juta per bulan.

Dengan keuntungan bersih antara Rp 3,5-4,5 juta setiap bulannya.

Wisnu mengungkapkan, pasar lobster air tawar masih cukup terbuka, karena belum ada harga baku dan belum banyak pelaku usaha yang mengendalikan pasarnya.

Untuk saat ini, ia menjadikan harga pasaran di Pulau Jawa sebagai acuan dalam menentukan harga jual.

“Saya melihat peluang ini dari latar belakang saya di agribisnis. Jadi saya manfaatkan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.

 

 

Editor : Kimda Farida
#Lobster Air Tawar #Budi Daya #hasil maksimal #modal minim #Praya