Angka fantastis ini setara dengan 47,2 persen dari target tahunan sebesar Rp 61,09 triliun.
Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari peran sentral Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menjadi motor utama pertumbuhan.
KSB menyumbang kontribusi terbesar dengan Rp 20,7 triliun. Didominasi oleh investasi di sektor energi dan sumber daya mineral, khususnya tambang.
"Angka ini bukti NTB bukan lagi sekadar destinasi wisata. Kami adalah kawasan strategis yang mampu menarik investasi besar, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Selain sektor energi yang menyumbang Rp 18 triliun, sektor industri juga menunjukkan kinerja solid dengan realisasi Rp 4,7 triliun.
Tak ketinggalan, pariwisata dan ekonomi kreatif ikut berkontribusi signifikan sebesar Rp 1,2 triliun, menegaskan diversifikasi ekonomi NTB yang kian matang.
Fakta ini menegaskan, investor melihat NTB sebagai wilayah dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Serta didukung oleh ekosistem bisnis yang kondusif.
Di balik capaian gemilang ini, NTB sempat menghadapi tantangan berat.
Insiden anarkis pada 30 Agustus 2025 yang merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk gedung DPRD NTB, sempat memicu kekhawatiran.
Namun, respons cepat pemerintah daerah berhasil menepis keraguan. Gubernur NTB turun langsung, memperkuat konsolidasi sosial, dan memastikan semua agenda pembangunan tetap berjalan.
"Masyarakat NTB sekarang sudah lebih matang dalam menjaga keamanan," tegasnya.
Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB menambahkan, masyarakat kini menyadari partisipasi aktif mereka adalah kunci pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.
"Semakin banyak kegiatan besar, semakin banyak uang yang beredar di NTB. Dan ini langsung dirasakan oleh UMKM, pedagang kecil, hingga pekerja informal," jelasnya.
Kesadaran kolektif ini, menurutnya merupakan modal sosial paling berharga. Masyarakat bukan lagi penonton.
Melainkan aktor aktif yang paham bahwa investasi dan pariwisata membawa dampak langsung pada kesejahteraan mereka.
"Masyarakat telah belajar bahwa kontribusi pariwisata dan bisnis terhadap kehidupan mereka semakin besar. Kesadaran ini sudah terbangun di masyarakat luas," pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam