Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dan dukungan penuh dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Event ini dianggap sebagai momen strategis untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan dan mengatasi tantangan utama di sektor pariwisata NTB.
Gubernur Iqbal menekankan, RTM bukan hanya ajang bisnis. Ini juga ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan penyegaran konsep tahun ini bisa segera selesai sehingga tahun depan acara ini berjalan lebih baik,” ujarnya, Jumat (12/9).
RTM 2025 akan mempertemukan seller alias pihakk penjual dari alangan hotel, desa wisata, dan operator tur dengan para buyer atau pembeli.
Peserta juga akan mendapatkan kesempatan tur gratis ke sejumlah destinasi sekitar Mandalika, termasuk kunjungan ke Desa Merese.
Iqbal menyoroti tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, masalah pengelolaan lingkungan, khususnya sampah di kawasan strategis seperti Mandalika.
Menurutnya, citra destinasi internasional harus didukung oleh sistem kebersihan yang profesional.
”Pariwisata tidak boleh tumpang tindih dengan urusan kebersihan. Kita menghadapi tantangan sistem pengelolaan sampah yang belum standar,” tegasnya.
Gubernur lantas menyoroti tantangan daya saing ekonomi lokal.
Termasuk harga hotel yang tinggi di Mandalika, yang bisa mencapai Rp 3 juta per malam.
Selain itu juga persaingan dengan platform daring.
Ia menekankan pentingnya proteksi terhadap pelaku usaha lokal di tengah gempuran digitalisasi.
”Sejarah pariwisata berubah. Tidak hanya empowerment tapi juga proteksi, termasuk tantangan digitalisasi seperti penjualan online lewat Traveloka,” jelasnya.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini mendorong penguatan UMKM dan desa wisata lokal.
Pameran, tur gratis, serta tiga workshop, dan forum kolaborasi internasional di Kuala Lumpur, diharapkan menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal agar lebih kompetitif.
”Harapannya bisa menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal kita agar lebih kompetitif,” lanjutnya.
Ketua Asita NTB Dewantoro Umbu Joka berharap RTM mampu menjadi jalan pariwisata NTB agar semakin dikenal luas.
NTB saat ini sedang gencar mendorong pariwisata berbasis alam, budaya, dan sport tourism yang potensinya sangat besar.
”RTM ini menjadi ajang untuk mempertemukan buyer dan seller, sekaligus mempromosikan paket-paket wisata yang dimiliki NTB,” ujarnya.
Dewantoro menegaskan, RTM bukan hanya event seremonial, melainkan forum bisnis yang konkret.
Ia berharap RTM bisa membawa dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga pemandu wisata.
”Kita ingin RTM benar-benar membawa dampak langsung bagi pelaku usaha lokal. Semua bisa merasakan manfaat dari kehadiran para buyer,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam