Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak MotoGP Mandalika 2025, Okupansi Hotel di Mataram Tembus 85 Persen

Geumerie Ayu • Senin, 6 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Dampak MotoGP Mandalika 2025, okupansi hotel di Mataram tembus 85 persen.
Dampak MotoGP Mandalika 2025, okupansi hotel di Mataram tembus 85 persen.
LombokPost – Pelaku usaha perhotelan di Kota Mataram sedang kegirangan.

Tingkat okupansi hotel saat pelaksanaan kejuaraan MotoGP Mandalika 2025 berhasil melampaui target 70 persen yang dipatok.

Kini, okupansi hotel di Mataram mencapai 85 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan mengatakan, angka itu didapat dari rata-rata tingkat hunian.

Para tamu MotoGP Mandalika 2025 umumnya dijadwalkan menginap sampai 5 Oktober bahkan lebih.

"Capaian okupansi hotel ini sangat menggembirakan bagi para pelaku hotel di Kota Mataram," katanya.

Pada akhir September, okupansi hotel masih berada pada angka 30-50 persen.

Angka itu sempat mengkhawatirkan, karena gelaran MotoGP tinggal hitungan hari.

Hal tersebut tentu saja sempat membuat pelaku usaha perhotelan was-was tak kebagian dampak MotoGP.

"Tapi dengan kondisi okupansi hotel saat ini, kami sangat bersyukur dan semoga kegiatan MotoGP bisa terus berjalan aman dan lancar," kata Adiyasa.

Meski begitu, AHM memiliki beberapa masukan terkait penyelenggaraan event tersebut tahun depan.

Usulan tersebut untuk memaksimalkan minat wisatawan domestik datang menonton MotoGP Mandalika.

Pertama, AHM berharap MGPA dapat menjual tiket menontonnya lebih awal.

Selain itu, diskon yang ditawarkan berlaku untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), tidak terbatas hanya pada pemegang KTP NTB.

"Saudara-saudara kita yang dari luar NTB itu kan memerlukan usaha lebih. Dia harus beli tiket pesawat, dia harus beli hotel, dia harus sewa mobil. Jadi tiket itu kalau bisa diskonnya untuk semua WNI," tegas Adiyasa.

Kedua, AHM meminta MGPA menjalin kerja sama dengan hotel untuk menjual tiket dengan sistem 'bundling' (paket).

Ditawarkan menyatu antara tiket menonton dan kamar hotel.

"Jadi menggaransi tamu yang akan nonton itu dapat best price," ujarnya.

Sistem bundling ini diyakini Adiyasa efektif untuk menghindari praktik spekulan kamar.

Sebab spekulan ini kerap membeli kamar dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi di momen-momen akhir.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mataram #motogp mandalika 2025 #Hotel #melampaui target #okupansi