Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan tersebut, Bank Indonesia NTB memfasilitasi 60 stan UMKM binaan Pemprov NTB agar dapat bertransaksi menggunakan QRIS.
Bank Inonesia NTB juga melengkapi seluruh stan dengan sound box dan device pendukung agar transaksi dapat menggunakan QRIS TAP sehingga transaksi berlangsung cepat dan efisien.
Selain QRIS TAP, Bank Indonesia NTB juga memperkenalkan QRIS Crossborder kepada wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hadir di MotoGP Mandalika 2025.
Melalui fitur QRIS Crossborder ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran langsung di merchant QRIS menggunakan aplikasi pembayaran negara asal mereka, sehingga menciptakan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan efisien tanpa perlu menukar uang tunai.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta,, bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K Pamungkas.
Dalam kunjungannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM lokal dan mencoba melakukan transaksi menggunakan QRIS TAP di salah satu stan LSF.
“Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Crossborder menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara,” ujarnya.
Bank Indonesia ingin memastikan UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital ini.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan, pihaknya juga berharap teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam menghadirkan inovasi sistem pembayaran digital di tengah perhelatan MotoGP Mandalika 2025.
Gubernur NTB juga turut bertransaksi menggunakan QRIS TAP sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan digitalisasi pembayaran di daerah.
“Inovasi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan omzet para pelaku UMKM lokal,” ujar Gubernur NTB.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas menegaskan, penerapan QRIS TAP dan Crossborder menjadi momentum penting dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata.
“Implementasi QRIS di MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa NTB siap bersaing di era digital. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai showcase inovasi pembayaran digital Indonesia kepada dunia,” ungkap Hario.
Selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan PJP untuk menghadirkan digital payment zone di berbagai titik strategis.
Seperti area kuliner, craft, serta stan festival. Selain itu, Lombok Sumbawa Festival juga menjadi wadah untuk promosi produk unggulan daerah, literasi keuangan digital, dan edukasi sistem pembayaran modern kepada masyarakat dan wisatawan.
Melalui pelaksanaan QRIS TAP dan QRIS Crossborder, Bank Indonesia berharap dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Mendorong digitalisasi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah, memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata digital berkelas dunia, dan menunjukkan kesiapan Indonesia dalam implementasi sistem pembayaran lintas batas di kawasan ASEAN.
Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk membangun ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.
Editor : Siti Aeny Maryam