LombokPost — Pasar Indonesia kembali menjadi sorotan global. Presiden sekaligus CEO Global Seiko Epson Corporation (SEC) Junkichi Yoshida melakukan kunjungan perdananya ke Tanah Air sejak menjabat.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan peresmian PIN Experience Center milik PT Pasifik Internusa (PIN), sebuah fasilitas yang kini diakui sebagai pusat solusi dan showroom teknologi cetak terbesar di Asia Tenggara.
Kunjungan kepemimpinan tertinggi Epson ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen serius perusahaan raksasa teknologi asal Jepang tersebut terhadap potensi pasar Indonesia yang masif, terutama di sektor B2B dan industri kreatif.
Visi Baru Epson Dibawa ke Jakarta
Yoshida, yang baru efektif menjabat sebagai Presiden dan CEO SEC sejak 1 April 2025—menggantikan Yasunori Ogawa yang kini menjadi Chairman—membawa pengalaman lebih dari tiga dekade, termasuk sebagai Chief Operating Officer Printing Solutions Division. Kehadirannya di Indonesia menjadi validasi bahwa pasar domestik adalah pilar penting dalam strategi global Epson.
“Kunjungan Presiden Yoshida, bertepatan dengan peresmian PIN Experience Center, adalah apresiasi tertinggi dan penegasan komitmen kuat Epson terhadap pasar dan mitra kami di Asia Tenggara,” ujar Managing Director Epson Indonesia Ng Ngee Khiang. Ia menambahkan, pusat solusi baru ini akan menjadi landasan untuk mendorong inovasi dan solusi berkelanjutan bagi industri di Indonesia.
PIN Experience Center: Laboratorium Inovasi Industri Cetak
PIN Experience Center didirikan sebagai etalase produk sekaligus laboratorium inovasi yang fokus pada segmen Large Format Printer (LFP).
Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman hands-on bagi pelaku industri—mulai dari percetakan, korporasi, hingga desainer—dalam mengeksplorasi solusi cetak terkini dari Epson.
Pusat perhatian utama showroom raksasa ini adalah potensi kolosal industri tekstil Indonesia, khususnya di pasar Hijab dan Modest Fashion yang paling dinamis di kawasan.
CEO PT Pasifik Internusa Richard Pallar optimistis bahwa fokus pada LFP ini akan menjadi game changer.
“Dengan menonjolkan LFP, kami optimistis dapat menjadi game changer bagi industri tekstil, khususnya segmen modest fashion dan hijab, di Asia Tenggara,” katanya.
Solusi Cepat, Kreatif, dan Ramah Lingkungan
Di PIN Experience Center, Epson memamerkan teknologi cetak digital direct-to-fabric dan sublimation yang diklaim mampu menjawab tiga tantangan utama industri tekstil:
Meningkatkan Kreativitas: Memungkinkan pencetakan desain kompleks, gradasi warna halus, dan presisi tinggi yang tak terbatas.
Mendorong Produktivitas: Mempersingkat rantai pasok dan mendukung produksi on-demand, mengurangi waktu tunggu (lead time) secara drastis.
Mendukung Keberlanjutan: Penggunaan tinta ramah lingkungan dan proses yang meminimalkan limbah air, sejalan dengan tuntutan pasar global akan praktik yang lebih hijau.
“Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, khususnya di sektor industri kreatif dan percetakan. Melalui kehadiran PIN Experience Center, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal dan memberikan solusi yang mampu mendukung kebutuhan pelanggan, baik dari segi produktivitas maupun keberlanjutan,” tutup Junkichi Yoshida.
Peresmian ini, yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak dan mitra strategis, menandai babak baru kolaborasi erat antara Epson dan PT Pasifik Internusa dalam mendorong transformasi industri cetak di Indonesia dan Asia Tenggara.
Editor : Kimda Farida