Kenaikan ini menjadikan harga emas Antam mencetak rekor baru setelah sebelumnya berada di level Rp 2.303.000 per gram.
Harga penjualan kembali (buyback) juga ikut terkerek naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.154.000 per gram.
Artinya, masyarakat yang ingin menjual emas koleksinya kini bisa mendapat nilai jual lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang dipatok Rp 2.147.000 per gram.
Kenaikan harga ini tentu menjadi kabar baik bagi investor yang sudah menyimpan emas sejak lama. Misalnya, pemilik emas 5 gram yang dibeli pada November 2022 seharga Rp 4.680.000 kini bisa menjualnya sekitar Rp 10.770.000 (belum termasuk pajak). Artinya, ada potensi keuntungan hingga Rp 6 juta hanya dari selisih harga.
Sementara itu, mengutip Reuters, harga emas dunia sempat menembus USD 4.000 per troy ounce untuk kedua kalinya minggu ini.
Lonjakan harga tersebut dipicu kekhawatiran geopolitik dan sinyal tarif baru terhadap China yang disampaikan Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot tercatat naik 0,4 persen ke USD 3.989,49 per troy ounce. Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,7 persen lebih tinggi di USD 4.000,40 per troy ounce.
Secara historis, emas memang menjadi aset pelindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Lonjakan permintaan terhadap logam mulia inilah yang turut mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam di gerai BELM - Setiabudi One, Jakarta Selatan, per Senin (13/10):
0,5 gram: Rp 1.202.500
1 gram: Rp 2.305.000
2 gram: Rp 4.554.000
3 gram: Rp 6.811.000
5 gram: Rp 11.329.000
10 gram: Rp 22.580.000
25 gram: Rp 56.287.500
50 gram: Rp 112.455.000
100 gram: Rp 224.790.000
250 gram: Rp 561.587.500
500 gram: Rp 1.122.875.000
1.000 gram: Rp 2.245.600.000
Dengan tren harga yang terus menanjak, emas tetap menjadi primadona investasi yang aman dan menguntungkan, terutama di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil. (*)
Editor : Marthadi