Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sambal FoodJeA Asal Lotim Jadi Primadona Saat MotoGP Mandalika 2025

Geumerie Ayu • Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:15 WIB

: Owner FoodJeA Ika Desiyanti menunjukkan produk sambal rumahan miliknya yang sempat mejeng di event MotoGP Mandalika, 3-5 Oktober, lalu.
: Owner FoodJeA Ika Desiyanti menunjukkan produk sambal rumahan miliknya yang sempat mejeng di event MotoGP Mandalika, 3-5 Oktober, lalu.
LombokPost – Berawal dari keterbatasan saat badai Pandemi Covid-19, usaha sambal rumahan bernama FoodJeA sukses bertransformasi menjadi produk kemasan berstandar nasional, bahkan berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung di ajang balap motor dunia, MotoGP Mandalika 3-5 Oktober lalu.

Adalah Ika Desiyanti, owner FoodJeA, perempuan berhijab di balik sukses sambal totok Lombok dan SAMBAJeA (sambal bawang) yang usahanya kini sudah berusia empat tahun.

Ika menceritakan, Pandemi memaksa dirinya memutar otak, produk sambal yang awalnya dijual dalam bentuk basah dan hanya mengandalkan sistem Cash on Delivery (COD) harus diubah total.

”Karena Covid-19, kadang kalau kita COD susah. Akhirnya saya putuskan ubah strategi, saya buat produk-produk kemasan yang daya simpannya lebih panjang,” tutur Ika.

Titik balik terbesar terjadi saat Ika diundang mengikuti pelatihan di tingkat provinsi.

Persyaratan utama pelatihan tersebut adalah standarisasi produk kemasan yang mampu bertahan lama, sebuah tantangan besar baginya.

”Kita diundang untuk latihan sampai ke provinsi. Terus itu harus kita buat produk yang kemasan yang bisa tahan lama. Jadi, akhirnya kita belajar, terus saja belajar,” kenangnya.

Kegigihan tersebut membuahkan hasil manis. Tercipta produk sambal yang dijual dalam kemasan jar 100 gram seharga Rp 35 ribu dengan daya tahan enam bulan.

Produk tersebut kini tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga sukses besar menjadi primadona saat perhelatan MotoGP Mandalika 2025.

Ika bahkan menyebut, ribuan kemasan sambal ludes terjual selama tiga hari event bergengsi tersebut.

Untuk menjamin kualitas dan kontinuitas produksi, FoodJeA memilih jalur kemitraan langsung dengan petani lokal di Lombok Timur.

Langkah ini membuat harga bahan baku lebih terjangkau dan ketersediaan cabai terjamin.

Sekali produksi, home industry ini mampu menghabiskan antara 3 hingga 5 kuintal cabai.

”Bahan bakunya kami ambil dari petani langsung, jadi lebih murah bahannya. Kalau lagi murah, kita stok banyak,” jelasnya.

Meski telah sukses menembus pasar nasional dan pameran global, Ika Desiyanti mengatakan FoodJeA masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memenuhi standar ekspor.

”Kalau untuk ekspor, syaratnya daya tahannya harus lebih dari satu tahun tanpa bahan pengawet,” terang Ika.

Selain tantangan daya tahan produk, kendala lain adalah standardisasi kemasan, di mana pasar ekspor mensyaratkan kemasan kaca atau aluminium foil dengan ukuran yang seragam.

”Cuma kita masih kendalanya di mesin. Mesinnya lumayan mahal,” tandas Ika.

 Baca Juga: Sempat Jadi Saksi, Empat Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir Esco

Editor : Siti Aeny Maryam
#sambal #sambal rumahan #FoodJeA #motogp mandalika 2025 #Primadona