Salah satunya adalah gerai sederhana kuliner Lontong Kikil Tanpa Tulang milik Hendra Wijaya, yang sukses memadukan cita rasa gurih otentik dengan konsep makan praktis dan harga merakyat.
Warung Hendra yang berlokasi strategis di perempatan kantor lama Bank NTB Syariah, dekat Taman Sangkareang dan depan SMAN 9 Mataram, kini menjadi spot sarapan dan makan siang favorit.
Hendra Wijaya, sang pemilik, merintis usaha ini karena kecintaannya pada dunia kuliner, meski sempat menutup usaha lamanya, Lesehan Tujuh Sambal.
“Dulu saya juga pernah punya Lesehan Tujuh Sambal, tapi karena sesuatu dan lain hal, usaha itu harus tutup. Akhirnya saya coba buka lontong kikil tanpa tulang ini,” tutur Hendra.
Daya tarik utama Lontong Kikil milik Hendra adalah inovasinya berupa kikil yang disajikan sudah dipisahkan dari tulangnya, yang membuat hidangan menjadi sangat praktis dan empuk saat disantap.
“Biar orang makan lebih mudah. Kikilnya lembut, tanpa tulang, tapi tetap gurih dan berasa,” jelas Hendra.
Hal lebih menarik, Hendra membanderol semangkuk lontong kikil tanpa tulang hanya Rp 15 ribu.
Harga yang sangat terjangkau ini sengaja ia tetapkan agar hidangan enak kreasinya dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.
“Tidak perlu mahal untuk bisa makan lontong kikil,” ujarnya.
Antusiasme pembeli pun terbilang tinggi. Meskipun baru buka beberapa bulan, Hendra mengaku menghabiskan 3 hingga 4 kilogram kikil dalam sehari.
“Kalau ramai, kadang pagi sudah habis. Seperti tadi pagi, baru buka sebentar sudah ludes,” bebernya.
Selain menyajikan kikil yang gurih dan praktis, Hendra juga dikenal sebagai pedagang yang melek teknologi.
Di tengah lapak sederhananya, Hendra menawarkan fleksibilitas pembayaran tingkat tinggi: mulai dari cash, QRIS, hingga transfer.
Keberpihakan Hendra pada pembayaran digital ternyata membuahkan prestasi.
Baru-baru ini, Hendra dinobatkan sebagai juara pertama transaksi QRIS terbanyak dalam ajang penghargaan penggunaan digital payment yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) NTB.
Prestasi ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi bukan hanya domain usaha besar, melainkan kunci sukses bagi UMKM sekalipun.
Buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 Wita, gerai Hendra juga menyediakan aneka camilan pelengkap, termasuk cilok bumbu kacang yang diklaim memiliki cita rasa daging lebih kuat layaknya pentol, namun tetap dijual dengan harga cilok yang terjangkau.
”Yang penting buat saya itu pelanggan puas. Kalau mereka suka, pasti balik lagi,” pungkas Hendra.
Editor : Siti Aeny Maryam