NTB akan menjadi tuan rumah kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan para pembeli (buyer) potensial dari Eropa dan Amerika Serikat.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaluddin Malady menegaskan, agenda ini adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan.
Rencana awalnya, akan ada sekitar 15 pelaku usaha dari Eropa dan Amerika yang dibawa langsung oleh Kemlu RI.
“Kegiatan ini merupakan satu-satunya yang pernah dilakukan Kemlu di Indonesia, dan Lombok menjadi opsi utama pelaksanaan,” ujarnya.
Selama ini pasar ekspor NTB lebih didominasi negara-negara Asia.
Kehadiran buyer dari benua Biru dan Paman Sam ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar.
Awalnya, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2025, dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI).
Namun, Pemprov NTB mengajukan penjadwalan ulang.
Mantan kepala Dispar NTB ini mengatakan, pihaknya menargetkan buyer langsung yang hadir.
Tujuannya, agar transaksi langsung lebih besar.
“Kalau Dubes yang datang, kemungkinan transaksi langsung kecil. Sehingga kita mengajukan penjadwalan ulang ke Kemlu agar yang hadir adalah buyer-nya langsung,” jelasnya.
Kemlu telah mengonfirmasi dalam waktu dekat, buyer dari Polandia dan Kanada sudah pasti akan mengunjungi NTB.
Mereka dijadwalkan mengikuti farm trip ke sejumlah pelaku usaha dan UMKM yang telah memiliki pengalaman ekspor.
“Itu guna melihat langsung potensi dan kualitas produk unggulan daerah,” katanya.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi daerah, tetapi juga membuka pasar baru bagi pelaku usaha lokal NTB.
Ini menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong ekspor daerah.
“NTB sangat siap menyambutnya,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam