Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses layanan finansial di tengah masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM serta generasi muda.
Beragam acara digelar untuk menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Mulai dari Bazar UMKM yang menyediakan akses pasar bagi produk lokal.
Kemudian lomba mewarnai untuk anak SD, hingga lomba tari yang melibatkan komunitas penari dewasa.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram H Miftahurrahman, menyampaikan apresiasinya.
Menurutnya, inklusi keuangan yang diinisiasi Bank BPD Bali melalui kolaborasi dengan IAHN Gde Pudja Mataram merupakan resolusi penting.
"Ini dalam rangka untuk menyampaikan pesan-pesan bahwa betapa pentingnya inklusi keuangan. Inklusi keuangan sendiri adalah resolusi dalam rangka untuk akses finansial para pelaku usaha, akses yang sejujur-jujurnya harus menyasar rakyat-rakyatnya terhadap suatu komoditas," ujar Miftahurrahman.
Program BIK tidak hanya memperkenalkan layanan perbankan demi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin adanya keamanan finansial.
BIK juga membantu masyarakat dengan bantuan modal tanpa adanya beban bunga melalui program MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Harum Berseri.
Kepala Cabang Bank BPD Bali di Mataram AA Ngurah Aryadiputra, menyoroti pentingnya upaya berkelanjutan dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional.
Tingkat inklusi keuangan secara nasional masih berada di angka 80,51 persen.
Masih kurang sekitar 9 persen dari target 90 persen di tahun 2025.
"Untuk itu kita selaku industri jasa keuangan terus berusaha untuk memberikan edukasi dan inklusi kepada masyarakat," tegasnya.
Pemilihan IAHN Gde Pudja sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk melibatkan berbagai generasi.
Ngurah Aryadiputra juga menyampaikan kinerja cemerlang Bank BPD Bali.
Secara konsolidasi nasional gabungan dengan Bali, laba yang diperoleh mencapai Rp 945 miliar dengan pertumbuhan laba 22,14 persen.
Kinerja perkreditan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan di atas target 100 persen.
Dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang sangat rendah, hanya 0,85 persen.
Khusus untuk Kota Mataram, Bank BPD Bali telah menyalurkan kredit kepada UMKM mencapai Rp 343 miliar.
Dengan penyaluran khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 111 miliar.
"Ini tentu saya minta tetap dukungan agar ke depannya kita BPD Bali khususnya di Pulau Lombok ini dan Provinsi NTB bisa terus tumbuh dan berkembang," pungkasnya.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram I Wayan Wirata mengapresiasi kolaborasi dengan Bank BPD Bali.
Kegiatan BIK ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi untuk membangun identitas budaya.
“Pembangunan peradaban juga didukung oleh upaya peningkatan kualitas identitas melalui pemberdayaan kreativitas budaya. Budaya tidak hanya dipentaskan, tetapi merupakan sarana komunikasi, merevitalisasi rasa kebersamaan, dan meningkatkan solidaritas,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, Bank BPD Bali ingin merevitalisasi dan membangun inklusivitas, serta memfasilitasi masyarakat mendapatkan ilmu dan dukungan.
Juga meningkatkan kesejahteraan dan mengelola keuangan keluarga secara efektif serta efisien.
Editor : Siti Aeny Maryam