Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen kuat untuk mensinergikan program pemberdayaan perempuan dan masyarakat di NTB.
Ketua PIM NTB Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan pihakya telah memaparkan sejumlah program kerja PIM yang memiliki kesamaan visi dengan Dekranasda NTB.
Di antaranya, pengembangan UMKM dan pelatihan keterampilan perempuan.
“Alhamdulillah, Ketua menerima kami dengan sangat baik. Kami berdiskusi banyak hal, UMKM, pemberdayaan, termasuk soal adat dan budaya lokal NTB,” ujar mantan senator NTB ini.
Diyah menilai pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang sangat positif untuk menindaklanjuti potensi kolaborasi.
Menurutnya, program yang digulirkan Dekranasda NTB, berupa kemandirian perempuan melalui kerajinan dan UMKM, memiliki arah sejalan dengan misi PIM.
“Program Dekranasda tidak jauh berbeda dengan program PIM. Karena itu, kami berharap bisa segera berkolaborasi dalam melaksanakan program pembangunan yang berdampak langsung di daerah ini,” jelasnya.
Apalagi, peran Sinta Agathia Iqbal tidak hanya sebagai Ketua Dekranasda NTB, melainkan juga sebagai Bunda PAUD dan Ketua Permainan Tradisional NTB. Hal ini sangat sinergis dengan beberapa fokus PIM NTB.
“Kami meyakini, dengan bekerja sama akan memberikan dampak positif yang maksimal bagi perempuan dan masyarakat desa di NTB,” sambungnya.
Komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan program kolaboratif ini telah disepakati dua belah pihak.
Dirinya berharap, sinergi antara PIM dan Dekranasda dapat menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat peran perempuan NTB sebagai agen perubahan.
“Baik di sektor sosial, ekonomi, budaya, maupun kesehatan,” tandasnya.
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia mengatakan, pihaknya sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas lembaga.
Di antaranya dengan komunitas kreatif, organisasi perempuan dan perbankan.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mendukung penguatan ekosistem UMKM di daerah.
Menurutnya, peran strategis pemerintah dalam pengembangan UMKM tidak hanya terbatas pada kebijakan.
Melainkan juga mencakup advokasi, fasilitasi, dan pendampingan yang konsisten.
“Pengembangan UMKM ini kita harus doron bersama,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida