Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemuda Loteng Ini Sukses Jadi Eksportir Kopi Lombok

Geumerie Ayu • Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:49 WIB

SUKSES: Eka Aprianto, eksportir kopi asal Lombok Tengah (Loteng).
SUKSES: Eka Aprianto, eksportir kopi asal Lombok Tengah (Loteng).
LombokPost – Semangat wirausaha Eka Aprianto patut diapresiasi.

Pemuda asal Lombok Tengah (Loteng) ini sukses menembus pasar global dengan mengirimkan biji kopi Lombok dalam kontainer ke luar negeri.

Bisnis kopi digelutinya sejak masih kuliah, namun langkah ekspor perdananya dilakukan pada usia muda, baru 23 tahun.

Tahun ini, melalui perusahaannya, Eka telah mengirim beberapa kontainer kopi Lombok ke pasar internasional.

“Bulan Juli kemarin, saya kedatangan tiga pembeli dari luar negeri untuk mengecek kualitas dan cita rasa kopi NTB. Alhamdulillah, satu pembeli sudah melakukan transaksi,” ujarnya.

Ekspor perdana itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Total pengiriman sebanyak satu kontainer.

“Saya berharap pembeli luar negeri bisa menikmati kekhasan rasa kopi NTB,” harapnya.

Meski berhasil menembus pasar ekspor, Eka tak menutup mata terhadap tantangan di sektor hulu.

Ia menilai kualitas biji kopi NTB masih perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan sentra kopi besar seperti Jawa dan Sumatra.

Penyebab utamanya, kata dia, adalah kurangnya edukasi bagi petani.

“Petani kopi kita di NTB masih tergolong awam. Mereka belum banyak tahu tentang perbedaan grade atau macam-macam proses kopi,” ujarnya.

Kebanyakan petani, lanjut Eka, masih menerapkan sistem panen serentak atau petik rut, di mana biji kopi yang belum matang ikut dipanen.

“Dampaknya langsung ke kualitas. Karena biji yang belum matang menurunkan cita rasa dan nilai jual,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong kolaborasi lintas pihak, terutama pemerintah daerah.

“Kita butuh dukungan dan edukasi dari berbagai stakeholder agar petani bisa memahami teknik panen, grading, dan proses pascapanen yang benar,” tegasnya.

Eka meyakini, peningkatan kualitas menjadi kunci utama mendorong nilai ekspor kopi NTB setiap tahun.

“Kalau kualitas naik, pasar global akan semakin percaya pada kopi Lombok,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#eksportir #Loteng #pemuda #kopi #pasar global