Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia Sebut QRIS Crossborder Jadi Nilai Tambah Pariwisata NTB

Geumerie Ayu • Selasa, 11 November 2025 | 12:48 WIB

Kepala Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas menyebut QRIS Crossborder jadi nilai tambah pariwisata NTB.
Kepala Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas menyebut QRIS Crossborder jadi nilai tambah pariwisata NTB.
LombokPost – Digitalisasi sistem pembayaran nontunai di NTB terus menunjukkan geliat.

Bank Indonesia (BI) NTB menegaskan, inovasi ini menjadi mesin pendorong ekonomi daerah.

Seperti fitur unggulan QRIS Crossborder yang dinilai sebagai nilai tambah bagi sektor pariwisata NTB.

Kepala Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas menyebut QRIS Crossborder akan sangat memudahkan wisatawan.

Wisatawan mancanegara dari negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand dapat bertransaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran mereka, tanpa perlu menukar mata uang terlebih dahulu.

"Ini meningkatkan kenyamanan wisatawan dan menjadi potensi pengungkit spending pariwisata di berbagai destinasi di NTB, termasuk Mandalika," ujarnya.

QRIS Crossborder ini sudah diperkenalkan ke wisatawan pda saat momen MotoGP Mandalika, Oktober lalu.

Hal tersebut mendapat respons positif dari wisatawan mancanegara yang mencoba.

Lebih lnjut menurut Hario, penerapan QRIS Crossborder menjadi bukti kesiapan NTB bersaing di era digital.

Kolaborasi BI, pemerintah daerah, dan perbankan melalui QRIS Crossborder ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB. 

"Kehadiran QRIS Crossborder ini merupakan nilai tambah penting, terutama dalam sektor pariwisata NTB," tegas Hario.

Di sisi lain, meski kemajuan QRIS sangat pesat, BI NTB mengakui adanya sejumlah tantangan.

Di antaranya, literasi digital belum merata. Masih banyak masyarakat, terutama di pedesaan dan generasi senior yang terbiasa dengan transaksi tunai.

Kemudian keterbatasan jaringan telekomunikasi, hingga masih ditemukannya blank spot.

“Terakhir, risiko keamanan digital atau fraud. Ancaman penipuan digital dan social engineering memerlukan edukasi yang berkelanjutan,” sambungnya.

Merespons tantangan tersebut, BI NTB telah mengambil langkah strategis yang fokus pada penguatan ekosistem digital yang inklusif dan aman.

Di antaranya, dengan melakukan sosialisasi berbasis komunitas, kampus, dan UMKM untuk meningkatkan pemahaman manfaat, cara penggunaan, dan mitigasi risiko.

Berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan telekomunikasi (Telco), dan penyelenggara jasa pembayaran (PJP) untuk memperkuat jaringan dan mengurangi blank spot.

Menggelar kampanye pencegahan anti-fraud dan social engineering, serta mendorong UMKM menerapkan pencatatan digital yang baik.

BI NTB juga mendorong pengembangan kanal QRIS, seperti QRIS Crossborder dan QRIS TAP, yang sangat relevan untuk mendukung sektor pariwisata.

"Melalui langkah-langkah ini, Bank Indonesia NTB berupaya memastikan digitalisasi sistem pembayaran nontunai dapat berjalan secara inklusif, aman, dan memberikan dampak ekonomi yang optimal," tandas Hario.

 

Editor : Kimda Farida
#Nilai Tambah #Bank Indonesia #Pariwisata NTB #QRIS crossborder #NTB