Berkat kreativitas Irma Firmana, pemilik PT Wihdah Berkah Sejahtera, kulit pisang kini disulap menjadi Kukis Kulit Pisang, sebuah kue kering inovatif yang memadukan cita rasa manis gurih dengan prinsip zero waste.
Selama ini, sebagian besar kulit pisang yang merupakan sisa olahan keripik atau produk UMKM lainnya berakhir sebagai limbah.
Melihat potensi besar dari karbohidrat, kalsium, fosfor, dan serat yang terkandung dalam kulit pisang, Irma pun tergerak.
“Saya mencoba mengelola limbah kulit pisang menjadi bahan pangan,” ujar Irma.
Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Irma bekerja sama dengan UMKM lokal.
Mulai dari memberikan pelatihan proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital Kukis Kulit Pisang.
Inovasinya bertujuan ganda, selain menghasilkan produk unik yang lezat, juga menjadi perwujudan kesadaran lingkungan.
Pengolahan kulit pisang menjadi makanan ringan seperti kukis dapat mendukung inovasi dalam industri makanan lokal.
“Selain memberi nilai tambah ekonomi, usaha ini juga membantu mengurangi limbah dan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Dalam proses pembuatannya, Irma memanfaatkan kulit pisang yang telah dibersihkan dan dihaluskan sebagai bahan utama adonan.
Kulit pisang kemudian dicampur dengan tepung terigu, gula, telur, mentega, dan sedikit bubuk cokelat untuk memperkaya cita rasa.
Hasilnya, Kukis Kulit Pisang memiliki aroma khas pisang dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
“Kukis kulit pisang ini memiliki cita rasa manis alami dari pisang, tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan,” jelas Irma.
Irma berharap inovasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku UMKM di Lombok.
“Sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai wilayah yang kaya inovasi kuliner berkelanjutan,” tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam