Hal ini dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Bima dan Polda NTB melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), Rabu (12/11).
Kegiatan diikuti 75 penyandang disabilitas, termasuk pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB).
Mereka diberikan penyuluhan dan keterampilan mengelola keuangan sehingga terhindar dari investasi bodong dan siap berwirausaha.
Perwakilan OJK NTB Yudi Tri Widodo mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung program nasional ini.
OJK NTB berharap kegiatan Gencarkan dapat digelar secara berkelanjutan.
“Agar masyarakat semakin melek finansial dan mampu memanfaatkan berbagai produk dan layanan keuangan secara optimal,” ujar Tri.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap Gencarkan di Kabupaten Bima.
Sekaligus komitmen bersama untuk memperluas akses edukasi keuangan hingga ke pelosok desa.
“Memastikan tak ada kelompok yang tertinggal dalam mengakses informasi finansial,” tandasnya.
Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Hal itu sebagai upaya nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Saudara-saudara penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dan hak yang sama untuk tumbuh, bekerja, dan berwirausaha dengan baik dan benar,” ujarnya.
Dengan memahami cara mengelola keuangan secara cerdas, masyarakat dapat terhindar dari praktik keuangan yang merugikan. Seperti investasi bodong, pinjol illegal, dan lainnya.
“Selain itu, mereka bisa menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Mendagri Tito Minta Pemda Perbanyak Rusun sebagai Solusi Permukiman Padat