Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebijakan Pro-Industri Mendorong Produksi Pabrikan Keramik Nasional

Redaksi Lombok Post • Minggu, 16 November 2025 | 22:27 WIB

Perajin keramik menyelesaikan pembuatan keramik di workshop Damdam Keramik Studio di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/1/2021). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Perajin keramik menyelesaikan pembuatan keramik di workshop Damdam Keramik Studio di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/1/2021). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
LombokPost -- Berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah berhasil memberikan dampak penyelamatan yang substansial bagi industri keramik domestik. Hal ini tercermin dari peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, menyatakan bahwa kebijakan yang berpihak pada industri, seperti antidumping, safeguard, dan penerapan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI), memberikan efek berganda bagi sektor ini.

”Tahun ini terdapat tambahan kapasitas produksi baru hingga 25 juta meter persegi dan berhasil menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja baru,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/11).

Tidak hanya itu, kemampuan industri nasional untuk menggantikan keramik impor juga berhasil dilakukan secara efektif.

Saat ini, para importir bersinergi dengan produsen lokal melalui skema Original Equipment Manufacturing (OEM).

Baca Juga: Target Indonesia Masuk Empat Besar Produsen Keramik Global

Dengan konsep ini, importir tidak lagi mendatangkan produk dari luar negeri, melainkan menjalin kerja sama dengan pabrikan dalam negeri untuk memproduksi keramik dengan merek dagang mereka sendiri.

Edy Suyanto mengungkapkan bahwa industri keramik nasional menawarkan sejumlah keunggulan komparatif, seperti kepastian suplai dan ketepatan waktu pengiriman, serta stabilitas harga karena tidak dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valuta asing.

Keunggulan lain mencakup pelayanan purnajual (after-sales service) dan garansi kualitas yang sulit diperoleh jika melakukan impor secara langsung.

”Keunggulan tersebut membuat ekosistem industri keramik nasional semakin kompetitif, sekaligus memperkuat substitusi impor di sektor penunjang pembangunan dan properti. SNI juga sangat proporsional untuk melindungi konsumen dan merupakan kebijakan yang mendukung kemajuan industri domestik,” bebernya.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#industri #keramik #sni