Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Analisis Pasar: IHSG Diprediksi Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Redaksi Lombok Post • Minggu, 16 November 2025 | 22:33 WIB

ILUSTRASI papan IHSG. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
ILUSTRASI papan IHSG. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
LombokPost -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih akan berada dalam tekanan pada awal pekan perdagangan ini.

Sejumlah sekuritas, termasuk Phintraco Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas, menilai pergerakan IHSG selama pekan 17–21 November 2025 masih dipengaruhi oleh sinyal teknikal yang melemah serta sikap kehati-hatian pelaku pasar yang menantikan keputusan penting Bank Indonesia (BI).

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu (14/11), IHSG ditutup melemah tipis 0,02 persen, berada pada level 8.370,4. Pergerakan indeks sempat menunjukkan momentum positif pada sesi pembukaan, namun berbalik terkoreksi menjelang penutupan pasar.

Phintraco Sekuritas, dalam risetnya, menyebutkan sejumlah indikator teknikal mengindikasikan adanya potensi koreksi dalam jangka pendek. Penutupan IHSG di bawah Moving Average 5 (MA5) dinilai sebagai sinyal tekanan jual.

Baca Juga: Cerminkan Optimisme, IHSG Catat Rekor Level 8.000

”Histogram MACD masih positif namun momentum kenaikannya melambat dan berpotensi terjadi Death Cross. Stochastic RSI masih bergerak di area overbought,” tulis riset Phintraco oleh Head of Research, Valdy Kurniawan.

Lebih lanjut, volume jual yang dominan dan garis Accumulation/Distribution (A/D) yang mengindikasikan adanya distribusi membuat Phintraco memproyeksikan IHSG berpotensi melemah untuk menguji level support 8.300–8.325 pada perdagangan hari ini (17/11).

Meskipun berpotensi melemah, tren bullish jangka panjang dinilai masih tetap terjaga. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain ANTM, MAPI, MAIN, SMDR, dan DOID.

Sinyal teknikal yang melemah juga diungkapkan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Mereka memproyeksikan IHSG tetap dalam pola bullish selama indeks berada di atas MA60.

Baca Juga: Perang Dagang Amerika-Tiongkok, Dorong IHSG Bakal Bergerak Fluktuatif

 Dari sisi fundamental, pasar saat ini memfokuskan perhatian pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 November 2025. Keputusan mengenai suku bunga acuan menjadi katalis utama yang diamati investor.

BRI Danareksa memperkirakan BI cenderung mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan ini didorong oleh beberapa faktor, yaitu inflasi yang masih rendah, pemulihan konsumsi yang belum kuat, serta tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Sentimen eksternal juga memainkan peran dalam menentukan arah IHSG pekan ini. Meredanya ancaman penutupan sementara (government shutdown) di Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif bagi pasar global. Meskipun demikian, kekhawatiran mengenai stabilitas politik di AS masih menyisakan ketidakpastian.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#ihsg #BI #pasar #suku bunga #saham