Ini menjadi langkah agresif BPPD NTB untuk memperluas pasar domestik dengan membidik wisatawan dari Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh menyatakan, kegiatan ini merupakan strategi perluasan promosi pariwisata.
Tidak hanya fokus pada pasar mancanegara tetapi juga domestik, termasuk provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
"Potensi transaksi Rp 11 miliar dan potensi kunjungan 600.000 wisatawan dari Kaltim. Jika setidaknya kita dapat 20 persen saja, itu sudah bagus," ujar Sahlan, Selasa (18/11).
Dalam business matching selama tiga hari tersebut, Sahlan optimis bisa mengejar potensi transaksi Rp 11 miliar tersebut.
Ketua Astindo NTB ini menjelaskan, salah satu tujuan utama business matching ini adalah untuk meningkatkan load factor (tingkat keterisian).
Terutama pada rute penerbangan langsung Lombok–Balikpapan dan sebaliknya.
Peningkatan ini diharapkan dapat mendorong maskapai untuk mengoperasikan rute tersebut setiap hari.
"Supaya tercapai penerbangan langsung setiap harinya dari rute-rute yang sudah ada," ucapnya.
Business matching tersebut melibatkan seluruh ekosistem pariwisata NTB, mulai dari perhotelan, restoran, hingga agen perjalanan.
Keterlibatan industri secara menyeluruh ditekankannya sebagai kunci sinergi untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang tinggi di Lombok dan Sumbawa.
Pihaknya mengandalkan daya tarik utama daerah, yakni wisata alam, untuk memikat lebih banyak wisatawan domestik dari Kaltim.
Upaya penguatan promosi ini juga dibarengi dengan komitmen kerja sama jangka panjang.
Sahlan menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama resmi dengan institusi terkait di Kaltim.
"Kami juga sudah melakukan penandatanganan MoU antara BPPD NTB dan BPPD Kaltim guna meningkatkan promosi pariwisata," tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam