LombokPost – PT Gerbang NTB Emas (GNE) didorong mengalihkan fokus bisnisnya secara total ke sektor beton atau material konstruksi.
Arah kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk menyehatkan keuangan perusahaan.
Plt Direktur Utama PT GNE Lalu Anas Amrullah membeberkan, kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan.
Dari kerugian sebesar Rp 3,2 miliar pada tahun buku 2024, kini laba rugi berjalan per Oktober 2025 tercatat positif, yakni sekitar Rp 180 juta.
“Artinya dari minus menjadi positif dalam satu tahun tanpa intervensi itu sudah cukup bagus capaian hari ini,” ujar Anas.
Dia menjelaskan, penurunan sisa kredit perusahaan sebesar Rp 3,7 miliar. Yakni dari Rp 26,7 miliar pada 2024 menjadi Rp 22,9 miliar per Oktober 2025, seluruhnya bersumber dari usaha beton.
Data ini menjadi bukti nyata prospek cerah di sektor material konstruksi.
“Jadi ini menunjukkan bahwa beton itu sebenarnya punya prospek. Sekarang apa yang jadi kewajiban, bisa kita kurangi dengan bisnis beton itu. Itulah arahan pak gubernur, GNE fokus ke material konstruksi,” bebernya.
Instruksi ini dikeluarkan mengingat permintaan material konstruksi di NTB terus meningkat. Ha itu seiring dengan pesatnya pertumbuhan infrastruktur, terutama di kawasan seperti Kuta Mandalika.
Ke depan, PT GNE berencana meningkatkan teknologi dan kapasitas produksi beton.
Pengembangan juga akan dilakukan secara hulu ke hilir. Dimulai dari pengelolaan galian C.
Sejumlah unit usaha GNE bahkan telah dinonaktifkan demi memperkuat fokus pada beton.
GNE juga berupaya memperluas pasar ke sektor swasta, dari yang selama ini didominasi oleh proyek pemerintah.
Targetnya, 40 persen pasar swasta, seperti di kawasan Kuta, harus bisa digarap.
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya peningkatan kualitas material konstruksi.
Hal ini krusial mengingat NTB ditetapkan sebagai daerah yang perlu mengantisipasi risiko bencana megathrust.
“Kualitas material konstruksi itu harus naik, seiring dengan NTB ditetapkan sebagai daerah yang harus mengantisipasi, mitigasi resiko bencana megathrust, artinya material konstruksi itu harus bagus,” tandas Anas.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi juga meminta PT GNE untuk tidak asal melakukan ekspansi bisnis.
Termasuk dengan melakukan diversifikasi usaha di luar beton yang terbukti membuat perusahaan merugi.
"Usaha yang tidak dikalkulasi dengan cermat hanya akan membuat rugi perusahaan," tegas Sambirang.
Editor : Rury Anjas Andita