PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi meresmikan program Sarana Air Bersih (SAB) di lokasi tersebut pada Jum’at (28/11).
Program ini merupakan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom dalam mewujudkan pemerataan akses air layak konsumsi bagi masyarakat.
Fasilitas yang dibangun meliputi sumur bor, bak penampungan, dan kran air wudhu.
Peresmian ini dihadiri oleh jajaran manajemen Telkom, termasuk M. Kafin Latif (General Manajer Witel Nusa Tenggara) dan Syannet Maria Reinhart (Manajer Shared Service dan General Support), bersama Mudhahar (Perwakilan Kepala Desa) dan tokoh masyarakat setempat.
“Hari ini, sebagai salah satu wujud konkrit program TJSL, Telkom menyerahkan bantuan Sarana Air bersih kepada Yayasan Al Huda Al Mubarak dan masyarakat Desa Labuan Tereng. Kami berharap sarana yang dibangun terus dirawat agar kedepannya bisa bermanfaat bagi banyak masyarakat,” ujar Kafin Latif.
Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur, Telkom juga menyediakan pendampingan melalui sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sistem air bersih.
Langkah ini bertujuan agar fasilitas dapat digunakan secara berkelanjutan, dikelola secara mandiri oleh warga, serta meningkatkan pemahaman terkait sanitasi dan pola hidup bersih.
Program SAB ini merupakan implementasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, yang selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi).
Melalui inisiatif ini, Telkom kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial yang memberikan solusi konkret di daerah pelosok NTB.
Perwakilan Kepala Desa Labuan Tereng, Mudhahar, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Telkom yang dinilai mampu menjawab kebutuhan mendesak warga di kawasan perbukitan yang selama ini sulit mendapatkan air.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom Indonesia. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi 100 KK Desa Labuan Tereng. Terutama bagi dusun atas pengunungan yang sulit air,” pungkas Mudahar.
Editor : Siti Aeny Maryam