Mengoptimalkan fungsi tersebut, Dinas Koperasi UKM (DKUKM) NTB menggelar dua workshop sekaligus di Gedung PLUT KUKM NTB, Rabu (3/12).
Dua kegiatan tersebut di antaranya, workshop olahan minuman berbahan dasar herbal angkatan I. Kemudian workshop desain produk fesyen wastra NTB angkatan II.
Kepala Bidang Pembinaan UKM Baiq Yanuarlita Lestari menjelaskan, workshop tersebut merupakan bagian dari upaya aktivasi total terhadap seluruh fasilitas PLUT.
DKUKM NTB ingin semua bagian dari PLUT KUKM NTB aktif.
"Ini sudah sampai di angkatan kedua dan kegiatan ini merupakan rangka aktivasi PLUT. Kami ingin semua bagian dari PLUT aktif, mulai dari ruang masak, ruang komputer, grafis, hingga studio podcast," jelas Baiq Yanuarlita, Kamis (4/12).
Baiq Yanuarlita menekankan, fungsi utama PLUT saat ini bukan sekadar pelatihan.
Melainkan sebagai pusat inkubasi UMKM. Pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi ketat akan mendapatkan pendampingan komprehensif.
Pendampingan ini meliputi seluruh tahapan. Mulai dari kurasi awal usaha, pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga fasilitasi akses permodalan.
"PLUT mendampingi UMKM sampai tuntas. Tidak hanya kuliner, tapi juga fesyen, kriya, seni, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya," sambungnya.
Fokus PLUT KUKM NTB saat ini berada pada tiga sektor besar. Di antaranya, kuliner, fesyen, dan kriya.
Melalui pendampingan inkubasi ini, diharapkan UMKM di NTB dapat naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.
Sebagai komitmen untuk memudahkan akses bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di NTB, Baiq Yanuarlita mengumumkan rencana perluasan layanan PLUT dalam waktu dekat.
Rencana tersebut adalah penyediaan fasilitas penginapan bagi peserta pelatihan atau pelaku UMKM yang membutuhkan tempat inap selama mengikuti program pembinaan yang intensif.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan pelaku UMKM NTB untuk memanfaatkan secara optimal seluruh fasilitas dan program inkubasi yang telah disiapkan oleh PLUT KUKM NTB demi kemajuan usaha mereka.
Editor : Marthadi