Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dekranasda NTB dan Balatkop UKM Tingkatkan SDM Pendirian Koperasi Khusus UMKM

Geumerie Ayu • Kamis, 11 Desember 2025 | 12:55 WIB
DIKLAT KOPERASI UMKM: Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal (kiri) membuka Diklat Pendirian Koperasi dan Pengembangan Usaha UKM di Aula BPSDMD NTB, Senin (8/12).
DIKLAT KOPERASI UMKM: Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal (kiri) membuka Diklat Pendirian Koperasi dan Pengembangan Usaha UKM di Aula BPSDMD NTB, Senin (8/12).

LombokPost – Kegiatan Diklat Pendirian Koperasi dan Pengembangan Usaha UKM di Aula BPSDMD NTB berakhir, Rabu (10/12).

Kegiatan yang digelar Dekranasda NTB dan Balai Diklat Koperasi (Balatkop) UKM NTB ini dilaksanakan sejak Senin (8/12).

Ketua Dekranasda NTB Sinta M Iqbal menegaskan pentingnya penguatan koperasi khusus UMKM.

Hal itu sebagai wadah bagi para perajin untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.

“Kita harus menggerakkan koperasi ini agar benar-benar menjadi motor kemakmuran bagi para perajin kita,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Sinta ini.

Dari kegiatan ini, pengurus Dekranasda diharapkan mampu memahami regulasi, manajemen koperasi, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kemandirian ekonomi pelaku kerajinan.

“Semoga setelah diklat ini, semakin banyak koperasi kita yang aktif dan berjalan optimal,” sambungnya.

Sekretaris Dekranasda NTB Nur Susila menjelaskan, koperasi UMKM ini adalah solusi bagi para perajin agar bisa mendapatkan harga jual yang lebih adil dan transparan.

Selama ini, banyak perajin terpaksa mengambil uang rentenir atau pengepul untuk membeli bahan.

“Setelah produk kerajinan atau tenunan jadi, mereka harus menjual kembali kepada pengepul itu dengan harga yang sangat rendah," bebernya.

Nur Susila membeberkan realita yang memprihatinkan. Upah menenun satu sarung yang memakan waktu 5-10 hari, hanya menghasilkan sekitar Rp 100.000. Sementara, pengepul bisa mendapatkan untung hingga dua kali lipat dari harga tersebut.

"Melalui koperasi, harga jual, keuntungan, dan bagi hasil antara perajin dan koperasi akan menjadi jelas dan transparan," tegasnya.

Kegiatan pelatihan yang diikuti pengurus Dekranasda kabupaten/kota ini fokus pada motivasi pembentukan koperasi, manajemen operasional, hingga pengajaran penyusunan proposal bisnis dan membuka jaringan pasar.

Dari 10 kabupaten/kota, delapan di antaranya sudah memiliki akta pendirian koperasi. Bahkan ada yang sudah berjalan lebih dari enam bulan dan berhasil melakukan ekspor mandiri.

"Kami berharap teman-teman tidak lagi menjual dari tangan ke tangan. Koperasi-koperasi ini akan kami koneksikan langsung untuk penjualan ke luar negeri. Mereka sendiri yang akan mengirim," tandasnya.

Kepala DKUKM NTB Ahmad Masyhuri menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM).

Pihaknya melalui UPTD Balatkop UKM dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM NTB berupaya meningkatkan kapasitas SDM koperasi dan pelaku UMKM melalui program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur.

"Penguatan kompetensi SDM adalah salah satu kunci utama dalam membangun koperasi yang sehat dan UMKM yang berdaya saing," ujarnya.

Editor : Marthadi
#UMKM #koperasi #Balatkop UKM #Dekranasda NTB #diklat #NTB