Pelatihan diadaan di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUKM) NTB.
Ini merupakan komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi UKM (DKUKM) NTB yang mendorong sektor kuliner lokal.
Kegiatan sekaligus menjadi penutup rangkaian pelatihan intensif yang telah dilaksanakan selama tiga pekan berturut-turut di PLUT KUKM NTB.
Kepala Bidang Pembinaan UKM Baiq Yanuarlita Lestari menekankan pelatihan ini fokus pada praktik mendalam.
Hal itu mengingat para peserta sudah memiliki dasar keahlian yang cukup baik.
“Saya lihat peserta sudah memiliki dasar yang baik, sehingga hari ini kita akan lebih banyak praktik untuk memperdalam kemampuan,” ujarnya, Kamis (11/12).
Lebih lanjut ia menjelaskan peran strategis PLUT KUKM ke depan. Ia berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan maksimal sebagai wadah bagi program inkubasi dan kegiatan lain yang bersifat inklusif.
“Kami berharap PLUT ini menjadi pusat kegiatan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang apa pun. Silakan manfaatkan semua ruang yang ada,” sambungnya.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, pihaknya menggandeng praktisi berpengalaman.
Menghadirkan seorang pengajar dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Tengah sekaligus anggota Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), sebagai narasumber utama.
“Praktisi tersebut bertugas memberikan materi teknis dan pendampingan praktik langsung kepada seluruh peserta,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata, yaitu meningkatkan keterampilan teknis pelaku UMKM. Khususnya di sektor pastry dan bakery.
Sehingga mampu mendukung pengembangan usaha kuliner di NTB agar lebih kompetitif dan berdaya saing.
Editor : Siti Aeny Maryam