Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia dan Pemprov NTB Terus Dukung Perluas Pasar Digital Lewat QRIS

Geumerie Ayu • Senin, 15 Desember 2025 | 14:03 WIB

DUKUNG PASAR DIGITAL: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia Iqbal mengunjungi pedagang yang menggunakan QRIS, di Pasar Dasan Agung, belum lama ini.
DUKUNG PASAR DIGITAL: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia Iqbal mengunjungi pedagang yang menggunakan QRIS, di Pasar Dasan Agung, belum lama ini.
LombokPost – Bank Indonesia (BI) NTB menyatakan komitmennya dalam mendukung langkah strategis Bank NTB Syariah untuk memperluas ekosistem pasar digital.

Hal ini difokuskan pada pemanfaatan transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di pasar-pasar tradisional.

Kepala Deputi BI NTB Ignatius Adhi Nugroho menanggapi upaya masif digitalisasi pasar yang digencarkan Bank NTB Syariah bersama pemerintah daerah.

Pihaknya sangat mendukung langkah Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menghidupkan pasar digital.

“Meng-QRIS-kan pasar itu adalah langkah awal untuk mengubah kebiasaan masyarakat menuju digital,” ujar Adhi.

Menurutnya, digitalisasi pasar tradisional merupakan pintu masuk utama pembentukan ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

Jika transaksi di pasar tradisional sudah terdigitalisasi, maka layanan lain di sekitarnya akan lebih mudah mengikuti transformasi tersebut.

Seperti parkir, warung, hingga pedagang kecil. “Kalau pasarnya sudah digital, maka ekosistem di sekitarnya akan lebih mudah ikut bertransformasi,” sambungnya.

Meski mendukung penuh, BI juga menyoroti perlunya evaluasi dan pengembangan berkelanjutan dalam penerapan QRIS di pasar.

Adhi menyebutkan, digitalisasi pasar basah memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan pusat perbelanjaan modern.

“Keragaman pedagang, rentang usia, dan kebiasaan masyarakat yang sebagian sudah sepuh menjadi kendala tersendiri. Ekosistem pasar itu tidak sesederhana di mal, sehingga perlu upaya berkelanjutan, tidak bisa hanya satu titik atau satu waktu saja,” jelasnya.

Untuk memastikan digitalisasi pasar berjalan efektif, BI menekankan pentingnya perluasan literasi keuangan digital.

Juga pendampingan pedagang, serta penambahan agen layanan pembayaran.

Hal ini menjadi kunci agar ekosistem digital yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat dapat segera terwujud.

“Ke depan, program ini harus diperluas agar terbentuk ekosistem digital yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga turut mendorong para pedagang memanfaatkan QRIS sebagai sarana pembayaran yang lebih aman, cepat, dan transparan.

Ia menekankan transformasi layanan perbankan daerah kini diarahkan untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Gubernur Iqbal juga meminta para pedagang turut membantu menyosialisasikan penggunaan QRIS kepada rekan sejawat, terutama yang lebih tua.

“Tolong kasih tahu bahwa ini untuk kebaikan mereka juga. Daftarkan ke QRIS sehingga penggunaannya makin banyak,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Bank Indonesia #dukung #Pasar Digital #Pemprov NTB #QRIS