Salah satunya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit konsolidasi sebesar 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Total penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri kini mencapai Rp 1.764,32 triliun.
’’Capaian kami lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional sebesar 7,7 persen YoY menurut data Bank Indonesia,” terang Novita dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Menurut Novita, konsistensi pertumbuhan kredit Bank Mandiri selaras dengan arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Fokus penyaluran dialokasikan pada sektor-sektor strategis seperti industri padat karya, sektor berorientasi ekspor, serta industri makanan dan minuman.
“Kredit yang disalurkan ke sektor-sektor tersebut memberikan multiplier effect terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat,” tuturnya.
Untuk menjaga kualitas aset, Bank Mandiri menerapkan tata kelola risiko yang disiplin. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross (bank only) yang terjaga rendah di level 1,03 persen per September 2025. Selain itu, rasio pencadangan (coverage ratio) tetap berada di level yang kuat, yakni 271 persen.
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Obligasi Berkelanjutan Bank Mandiri Alami Oversubscription 3,1 Kali
Pertumbuhan kredit tahun ini juga didorong oleh optimalisasi penempatan dana pemerintah. Dari total dana yang ditempatkan sebesar Rp 55 triliun, Bank Mandiri telah menyalurkan sebanyak Rp 40,7 triliun atau setara dengan 74 persen.
Dana tersebut telah menjangkau berbagai lapisan dunia usaha untuk mendorong produktivitas nasional.
“Dana tersebut sudah disalurkan kepada lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis nasional,” imbuh Novita.
Melalui sinergi lintas segmen, Bank Mandiri optimistis dapat terus memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hingga akhir tahun.
Editor : Redaksi Lombok Post