Langkah strategis ini diwujudkan melalui program One Day Promotion (ODP) yang diselenggarakan secara serentak di 10 provinsi untuk mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk mempermudah akses para petani terhadap produk pupuk berkualitas, khususnya kategori nonsubsidi.
“Melalui ODP, kami ingin memberi kemudahan bagi petani dalam mengakses pupuk nonsubsidi. Produk-produk ini penting untuk menunjang produktivitas, terutama di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat,” ujar Qomaruzzaman dalam keterangan resminya.
Program ODP dilaksanakan dengan mengoptimalkan jaringan kios dan mitra distribusi resmi perusahaan. Secara keseluruhan, terdapat 48 titik pelaksanaan yang tersebar di wilayah-wilayah kunci pertanian Indonesia, meliputi: Sumatera Utara dan Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pupuk Kaltim menyediakan berbagai jenis pupuk nonsubsidi yang formulanya telah disesuaikan dengan spesifikasi lahan serta komoditas unggulan di tiap daerah.
Respons positif dari sektor hulu pertanian terlihat dari volume penjualan yang mencapai 836.000 ton selama program berlangsung. Capaian ini dipandang sebagai indikator tingginya antusiasme petani terhadap penggunaan pupuk nonsubsidi untuk meningkatkan hasil panen.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada petani sebagai pahlawan pangan nasional,” tambah Qomaruzzaman.
Selain dari sisi aspek komersial, program ini turut menjadi sarana edukasi bagi para petani. Imam, seorang petani dari Dusun Gerbong, Nganjuk, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa ODP memberikan nilai tambah berupa pemahaman mengenai teknik pemupukan yang presisi.
Menurutnya, program ini membantu petani memahami pentingnya kombinasi antara pupuk kimia dan pupuk hayati guna menjaga keberlanjutan serta kesuburan tanah untuk jangka panjang.
Editor : Redaksi Lombok Post