LombokPost – Kawasan pariwisata Senggigi, Lombok Barat, menunjukkan tren positif yang signifikan pada perayaan pergantian tahun baru 2026.
Ketua Senggigi Hotels Association (SHA), I Ketut M. Jaya Kusuma, mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat hunian (okupansi) hotel di kawasan legendaris tersebut berhasil melampaui angka 90 persen.
Menurut Jaya Kusuma, antusiasme wisatawan untuk merayakan malam tahun baru di Senggigi sangat luar biasa.
Bahkan, beberapa hotel di kawasan tersebut melaporkan tingkat hunian yang mencapai 100 persen atau full house.
"Okupansi hotel di kawasan Senggigi saat tahun baru ini mencapai lebih dari 90 persen secara rata-rata. Hal yang sangat menggembirakan adalah beberapa hotel bahkan mencapai hunian penuh 100 persen," ujar Jaya Kusuma.
Lonjakan ini menjadi bukti bahwa Senggigi tetap menjadi destinasi primadona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menghabiskan momen libur panjang mereka.
Dampak Positif Konektivitas Udara
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jaya Kusuma menekankan bahwa upaya pemerintah dalam memperluas konektivitas menjadi faktor kunci di balik meningkatnya jumlah kunjungan.
"Peningkatan okupansi ini tentunya didorong oleh upaya Pemerintah Daerah Provinsi NTB dalam membuka beberapa akses penerbangan baru. Hal ini sangat memudahkan aksesibilitas wisatawan untuk langsung menuju Lombok," tambahnya.
Dengan adanya rute-rute penerbangan baru, arus masuk wisatawan menjadi lebih lancar, yang secara langsung berdampak pada geliat ekonomi di sektor perhotelan dan UMKM di sekitar kawasan wisata.
Pihak SHA berharap momentum positif ini dapat terus terjaga sepanjang tahun.
Dengan sinergi antara pelaku industri pariwisata dan kebijakan pemerintah yang mendukung infrastruktur serta promosi, kawasan Senggigi optimis dapat kembali menjadi motor utama pariwisata di NTB.
Editor : Jelo Sangaji