Tercatat 150 Kopdes telah memulai aktivitas bisnisnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri menuturkan, secara keseluruhan telah terbentuk 1.166 Kopdes di seluruh Bumi Gora.
“Kabar baiknya, dari jumlah tersebut, sebanyak 150 koperasi sudah mulai beraktivitas melaksanakan kegiatan usaha. Ini menjadi langkah awal yang positif bagi kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.
Meski aktivitas usaha mulai berjalan, pembangunan infrastruktur pendukung berupa gerai fisik masih menghadapi tantangan klasik, penyediaan lahan.
Merujuk pada data Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih, saat ini terdapat 150 gerai yang sedang dalam proses pembangunan.
Hal ini sangat bergantung pada kecepatan pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status lahan.
Di Kabupaten Lombok Tengah, perkembangannya sangat progresif dengan 46 gerai yang sedang dibangun.
Namun di Kota Mataram dan Kota Bima, masing-masing baru satu gerai karena kesulitan mendapatkan lahan yang sesuai.
Persoalan kepastian hukum atas lahan ini menjadi krusial. Anggaran pembangunan fisik sebenarnya telah disiapkan oleh kementerian terkait.
Namun, kucuran dana tersebut mensyaratkan status lahan yang clean and clear.
“Kami terus berkoordinasi, termasuk dengan unsur korem dan pemerintah kabupaten/kota, untuk mencari jalan keluar terkait izin penggunaan lahan yang telah diajukan kepada gubernur maupun bupati,” tandasnya.
Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi terbentuknya ribuan koperasi berbadan hukum tersebut. Namun, ia mengingatkan untuk tidak terlena dengan angka administratif.
Wagub menekankan, gerai koperasi adalah fasilitas pendukung utama yang harus segera terwujud.
Ia meminta agar masalah lahan tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat pembangunan gerai sebenarnya tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
“Jangan sampai pembangunan ini menyisakan masalah di kemudian hari. Kita harus memastikan aset koperasi ini aman secara legalitas,” tegasnya.
Wagub berharap seluruh kendala infrastruktur ini dapat diselesaikan pada tahun 2026. “Ini adalah kerja besar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida