Data Bank Indonesia (BI) memperlihatkan, kiriman uang atau remitansi dari Negeri Petro Dollar tersebut Rp 40,64 miliar.
Sedangkan total remitansi PMI NTB yang masuk melalui sistem perbankan 2025 Rp 105,17 miliar.
Menariknya, jumlah dari Arab Saudi ini mengalahkan Malaysia dengan jumlah penempatan terbesar mencapai 23.685 orang atau sekitar 88,89 persen.
Nilai remitansi Malaysia berada di posisi kedua Rp 13,37 miliar, diikuti Uni Emirat Arab (UEA) Rp6,47 miliar.
Tingginya angka remitansi dari Arab Saudi diduga dipicu oleh banyaknya warga NTB yang telah lama menetap dan bekerja secara stabil di sana.
“Nilai tersebut baru yang tercatat melalui sistem perbankan. Belum termasuk remitansi via kantor pos atau jalur tidak langsung seperti titipan perorangan,” beber Kepala BP3MI NTB, Ponco Indriyo.
Besarnya arus uang yang masuk ini menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
"Perlindungan hak, keselamatan, dan kepastian hukum bagi para pekerja kita di luar negeri tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar," tandasnya.
PT Pos Indonesia juga mencatat aktivitas pengiriman uang yang masif. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, remitansi melalui PT Pos Indonesia sepanjang 2025 menembus Rp 88,18 miliar dan Bank Indonesia Rp 105,17 miliar.
"Puncak kiriman uang terjadi pada triwulan II/2025 yang mencapai Rp 65,66 miliar. Ini bertepatan dengan momentum hari raya," jelas Wahyudin.
Rinciannya, triwulan I Rp 58,65 miliar, triwulan II Rp 65,66 miliar, triwulan III Rp 43,49 miliar, dan triwulan IV (November 2025) sejumlah Rp 25,53 miliar.
Sebaran penerima remitansi terbesar di NTB masih didominasi oleh daerah-daerah kantong PMI.
Lombok Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 5.840 orang atau sekitar 38 persen, disusul Lombok Tengah sebanyak 4.193 orang dan Lombok Barat 2.200 orang.
Editor : Jelo Sangaji