Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daya Saing Wisata Lombok Terkendala Mahalnya Tiket Pesawat  

Geumerie Ayu • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:18 WIB

 

MAHAL: Sejumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), belum lama ini.
MAHAL: Sejumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), belum lama ini.
LombokPost – Tingginya harga tiket masih menjadi penghambat tumbuh kembang sektor pariwisata di NTB.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi (SHA) I Ketut Murtajaya Kusuma menyebut, wisatawan kini semakin sensitif terhadap kalkulasi biaya perjalanan.

Kondisi ekonomi yang stagnan memaksa pelancong untuk lebih selektif dalam memilih destinasi.

"Jika kita ingin tetap kompetitif, kita harus mampu bersaing dengan destinasi lain di kawasan regional," tegas Ketut, Selasa (13/1).

Dia lantas memberikan perbandingan menohok terkait kebijakan transportasi udara di Malaysia dan Thailand.

Di Malaysia, pemerintah setempat memberikan subsidi pada penerbangan domestik guna memantik pergerakan orang dan barang.

Contoh rute Kuala Lumpur-Johor yang secara durasi lebih lama, hanya dibanderol di kisaran Rp 200 ribuan.

Kontras dengan realitas di tanah air, penerbangan seperti Bali-Lombok seringkali menembus angka di atas Rp 1 juta.

"Bagaimana kita bisa bersaing jika anomali harga ini terus dibiarkan tanpa intervensi," kata general manager Holiday Resort Lombok ini.

Di lain pihak, dia mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang mulai menjajaki pembukaan rute domestik baru dari Malang dan Banyuwangi menuju Lombok.

Rencana pembukaan rute internasional seperti Darwin–Lombok dan penguatan jalur Lombok–Kuala Lumpur juga dipandang strategis.

Menurutnya, semakin banyak maskapai yang melayani satu rute, maka hukum pasar akan bekerja. “Persaingan sehat akan memaksa harga tiket menjadi lebih rasional,” katanya.

Efektivitas penurunan harga tiket bukan sekadar teori. Ketut membeberkan, setiap kali pemerintah memberikan stimulus penurunan tarif pada momen tertentu, seperti Desember lalu, tingkat hunian hotel langsung terkerek signifikan.

"Artinya, ada korelasi langsung antara harga tiket dengan denyut nadi ekonomi daerah," jelasnya.

Ia menekankan, pemerintah sejatinya sudah mengantongi semua data dan keluhan pelaku industri. Kini, bola panas berada di tangan pengambil kebijakan untuk mengeksekusi solusi konkret.

"Masalahnya sudah jelas, aspirasi sudah berulang kali disampaikan. Sekarang tinggal eksekusinya saja," pungkas Ketut.

Idham, salah satu wisatawan lokal NTB mengeluhkan hal serupa. Harga tiket penerbangan dalam negeri sangat mahal, terutama di momen-momen tertentu.

“Per hari ini (kemarin, Red) tiket dari Lombok ke Bima bisa sampai Rp 1,5 juta di Trip.com,” katanya

Editor : Kimda Farida
#harga #Tiket Pesawat #kendala #Wisata Lombok #mahal